Home  / 
Facebook Diretas, Hacker Bisa Akses 50 Juta Akun Pengguna
* Pengguna Instagram Wajib Waspada
Kamis, 4 Oktober 2018 | 22:19:23
Facebook menemukan sebuah masalah keamanan yang memungkinkan hacker untuk mengakses informasi 50 juta akun pengguna. Perusahaan mengumumkan hal ini pada Jumat.

"Ini merupakan masalah keamanan sangat serius dan kami menangani ini sangat serius," kata CEO Facebook, Mark Zuckerberg.

Saham Facebook, yang sudah turun sekira 1,5 persen sebelum pengumuman, mengalami perluasan penurunan setelah temuan ini dan berakhir menjadi turun 2,6 persen.

Dilansir CNBC, Sabtu, perusahaan mengatakan dalam sebuah blog bahwa tim teknisi mereka menemukan pada Selasa bahwa penyerang mengidentifikasi sebuah kelemahan dalam kode Facebook berdasarkan fitur "View As".

Facebook menjadi sadar sebuah serangan potensial setelah menemukan 'spike' dalam aktivitas pengguna pada 16 September.

Fitur View As memungkinkan pengguna melihat seperti apa profil mereka bila dilihat oleh orang lain. Kerentanan yang terdiri dari tiga bugs yang terpisah juga memungkinkan hacker untuk mendapatkan akses token, kunci digital yang memungkinkan orang tetap terhubung ke dalam layanan tanpa perlu mengetik ulang password mereka.

Hampir 50 juta akun menemukan bahwa akses tokens mereka diambil, dan Facebook telah me-reset tokens itu. Perusahaan jg me-reset tokens untuk tambahan 40 juta akun yang menggunakan fitur View As di tahun lalu.

Wajib Waspada 
Sebagai perusahaan induk, dampak peretasan Facebook bisa merembet ke anak usahanya, yakni Instagram dan WhatsApp. 

Dilihat dari tipe layanannya, agaknya sinkronisasi antara Facebook dan Instagram lebih berdekatan. Jadi, risiko dampak bagi pengguna Instagram lebih besar ketimbang pengguna WhatsApp. 

Pasalnya, pengguna Instagram bisa masuk (log in) melalui akun Facebook. Jika akun Facebook yang digunakan ternyata teretas, peretas bisa pula mengakses akun Instagram sang korban. 

Dalam skenario terburuknya, bukan cuma akun Instagram yang rentan. Aplikasi pihak ketiga yang memungkinkan pengguna log in dengan Facebook pun sama bahayanya, sebagaimana dihimpun, Sabtu, dari Mashable. 

Sebut saja Tinder, Uber, Grab, dan sebagainya. Jika sudah begini, ada baiknya tak menyinkronisasikan akun Facebook dengan layanan lain. 

Pelajaran untuk ke depannya, sinkronisasi antar-aplikasi memang membuat segala hal lebih mudah dan praktis. Namun, risikonya juga tinggi sebab akan ada efek domino dari satu masalah di satu aplikasi ke aplikasi lainnya. 

Hingga kini, VP Product Management Guy Rosen memastikan belum ada bukti bahwa peretas Facebook turut menyerang Instagram. Akan tetapi, pengguna harus tetap waswas karena investigasi masih terus berlanjut. (Okz/Kps/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Babinsa Agara Bantu Petani Panen Padi
Tambal Sulam Hotmix Dinas Bina Marga Sumut Resahkan Pengendara di Jalinsum Langkat
Kapolda Sumut Silaturahmi dengan Tuan Guru Babussalam
KPAI Minta Pelaku Kekerasan Seksual 4 Siswi SD di Langkat Ditangkap
Jalan Antar Kecamatan di Karo Rusak Berat dan Butuh Perbaikan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU