Home  / 
Menristek Kepincut Teknologi Microchip Implan Manusia
Kamis, 17 Mei 2018 | 22:31:03
Pekan pameran pendidikan tingkat lanjut, World Post Graduate Expo 2018, berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), baru-baru ini. Acara yang dihadiri para rektor dan perwakilan edukasi negara asing ini turut dihadiri oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir.

Dalam pidato pembukaannya, Nasir membahas beberapa hal mulai dari microchip pada manusia, distant learning, dan cyber institute.

Nasir pun mengatakan dirinya tertarik pada penanaman chip di tubuh manusia (chip implan) yang dapat dipakai untuk hal seperti memantau kesehatan, identifikasi personal, dan memonitor lokasi.

"Ini adalah satu inovasi yang dihasilkan di Korea Selatan. Saya bertanya ke penelitinya tentang kemungkinan microchip untuk data personal, dan ternyata sangat mungkin. Saya berpikir ini bisa dipakai untuk meninggalkan e-KTP," ungkap Nasir.

Ia menjelaskan keuntungan microchip yang dipasang pada tubuh manusia memiliki keuntungan di berbagai bidang, seperti kedokteran.

"Dengan microchip di tubuh manusia, dokter bisa lebih efisien dan cepat mendiagnosis, tidak perlu ikut tes-tes lab," jelas Nasir.

Dalam hal monitoring pun, microchip bisa dipakai untuk melacak dan mengenali orang.

"Kalau kita kombinasikan dengan big data, lewat microchip itu bahkan bisa memberi infornasi ke mana istri pergi, bahkan istrinya bisa tahu kalau suami menikah lagi," candanya.

Ia turut menyebut negara yang kuat bukan penduduknya besar, bukan yang kaya, tapi yang bisa berinovasi. Nasir pun berharap kepada para anak muda, terutama yang sedang belajar di luar negeri, dapat mencapai inovasi tersebut.

Memperkuat e-Learning
Dalam acara yang sama, Nasir dan jajarannya juga membahas adanya cyber institute yang terdiri dari universitas-universitas terkenal di Indonesia.

Hal lain yang diungkapan Menristekdikti adalah distant learning. Ia pun berharap distant learning pada bidang eksakta juga dapat terjadi, dan tidak hanya di bidang sosial.

Kementeriannya sendiri sudah melakukan inovasi melalui Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) yang memungkinkan e-learning bagi mahasiswa agar bisa mengambil mata kuliah di universitas lain, dan tetap mendapatkan nilai dan SKS. (Liputan6/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kopi Simalungun Tidak Kalah dengan Kopi Starbucks
LCA-International Mission Terinspirasi dengan HUT ke-73 Kemerdekaan RI
Oknum Polisi Bertugas di Simalungun yang Ditangkap Polres P Siantar Ditangani Polda Sumut
Peduli Pariwisata, PWI Siantar-Simalungun Berlayar di Danau Toba Parapat
Bupati dan Kajari Simalungun: NKRI Harga Mati
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU