Home  / 
Perangi Smartphone Ilegal, Sistem IMEI Segera Dijalankan
Kamis, 22 Maret 2018 | 22:57:42
Indonesia melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kini sedang gencar memerangi keberadaan smartphone ilegal di Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan membuat sebuah database International Mobile Equipment Identity (IMEI) dari semua perangkat smartphone yang beredar di Indonesia, dimulai Agustus 2017. Lantas, bagaimana kabarnya saat ini?

Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian Achmad Rodjih Almanshoer mengungkapkan bahwa saat ini Kemenperin sudah memulai tahap kedua.

"Sudah masuk tahap kedua. Tahap kedua itu menyangkut infrastruktur dan server yang dibantu oleh Qualcomm. Sudah selesai dipasang," ujar Rodjih selepas acara Diskusi Entering the Next Phase of Data Era, di Balai Kartini, Jakarta, Rabu.

Selain itu, dia juga menjelaskan jika saat ini mereka sudah memiliki database IMEI smartphone yang beredar di Indonesia, baik yang diproduksi dalam negeri maupun smartphone yang telah diimpor.

"Kita sudah punya IMEI-nya. Nah nanti tinggal kita lakukan sinkronisasi dengan GSMA. Nah nanti Kominfo dapat melihat data ini," jelasnya.

Sinkronisasi ini dikatakan akan dilakukan saat tahap kedua selesai dilaksanakan. Sedangkan Rodjih sendiri mengharapkan tahap kedua ini akan bisa selesai pada April mendatang.

"Kan harus ada test drive dulu untuk memastikan sistem berjalan dengan baik. Semoga April sudah bisa berjalan," harapnya.

Saat ditanya mengenai sanksi apa yang akan diberlakukan oleh Kemenperin, Rodjih mengatakan jika saat ini mereka belum menentukan sanksi yang akan dikenakan para pengguna smartphone ilegal.

Namun Rodjih menjelaskan jika peraturan ini selayaknya dibicarakan oleh pihak-pihak yang bersangkutan. Beberapa di antaranya seperti Kominfo dan juga Kemendag.

"Belum ditentukan sanksinya. Kebijakannya nantinya harus familiar," jelasnya.

Sekedar informasi, pada Agustus 2017, Kemenperin dan Qualcomm menandatangani MoU mengenai keseriusan mereka dalam memberantas smartphone ilegal.
Pihak Qualcomm sendiri memberikan bantuan berupa server dan juga sistem untuk melakukan pengecekan IMEI yang dilakukan oleh Kemenperin. (Okz/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Gubsu: Ulama sebagai Tempat Mengadu
Wakil Dubes AS Bahas Persoalan Perempuan dan Anak, Termasuk Investasi di Sumut
Menlu Retno Resmikan Gedung KJRI di Chicago
KPU RI Tetapkan Komisioner KPU Sumut Periode 2018-2023
JK Pimpin Delegasi Indonesia di Sidang Umum ke-73 PBB
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU