Home  / 
India Bakal Kirim Robot ke Bulan pada 2018
Kamis, 7 Desember 2017 | 20:29:04
Selama ini badan antariksa Amerika Serikat, NASA yang paling tersohor dalam hal misi luar angkasa. India menjadi salah satu negara di Asia yang tampaknya tak ingin kalah dalam hal misi antariksa, yakni meluncurkan robot ke Bulan yang direncanakan pada 2018.

Dilansir Futurism, Minggu, Indian Space Research Organisation (ISRO) akan mendaratkan rover lunar pertama mereka sebagai bagian dari misi Bulan yang dilakukan oleh negara tersebut. Tepatnya, robot rover itu ditargetkan mendarat pada Maret 2018.

Rencana ini dinamakan misi Chandrayaan-2, yang diterjemahkan sebagai 'kendaraan bulan' atau 'perjalanan bulan'. Dimulai dengan Chandrayaan-1, yang berhasil masuk ke orbit Bulan dan mampu mendeteksi 'air magmatik' di dalam kawah di permukaan Bulan.

Sayangnya, pada 2008, penyelidikan awal ini akhirnya menabrak Bulan dan hilang orbit sampai NASA menemukannya pada 2016. Meskipun demikian, peluncuran terbaru ini diharapkan mampu menjanjikan lebih banyak perolehan data sains serta dapat memberikan pandangan yang lebih tepat mengenai permukaan bulan.

NASA Temukan Chandrayaan-1
India membuat sejarah pada 2009 dengan menerbangkan pesawat luar angkasa tak berawak. Sayangnya, pesawat itu kemudian raib.

Hampir seabad kemudian, Badan Antariksa Amerika (NASA) akhirnya menemukan dua pesawat antariksa, satu di antaranya adalah milik India yakni Chandrayaan-1. Para ilmuwan menggunakan radar tanah baru untuk menemukan dua pesawat ruang angkasa, di mana yang satu aktif dan satu terbengkalai.

"Kami mampu mendeteksi pesawat ruang angkasa Lunar Reconnaissance NASA Orbiter (LRO) dan India Space Research Organization Chandrayaan-1 di orbit lunar dengan radar berbasis tanah," kata Marina Brozovic, seorang ilmuwan radar di NASA Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, California .

Menemukan Chandrayaan-1 menjadi lebih menantang karena kontak terakhir dengan pesawat ruang angkasa itu terjadi pada Agustus 2009. Pesawat ruang angkasa kecil Chandrayaan-1 ukurannya hanya sekira setengah ukuran mobil pintar sehingga deteksinya menjadi lebih sulit.

Sementara radar antarplanet telah digunakan untuk melihat asteroid kecil beberapa juta mil dari Bumi. Para peneliti tidak yakin alatnya bisa mendeteksi sebuah objek yang lebih kecil dan jauh dari bulan. (Okz/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Di Tengah Spekulasi Berdamai, Artis Terkemuka Dunia Bela Brad Pitt dalam Perebutan Anak dengan Angelina Jolie
Joshua Siahaan dan Reza Azhari Ukir Prestasi dengan Lagu dan Puisi
Sule Lajang Lagi Pasca Digugat Cerai Sebab Orang Ketiga
Senat AS Setujui UU Royalti untuk Lagu yang Diciptakan Sebelum Tahun 1972
Menag Nilai Agama Modal Indonesia Rajut Persatuan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU