Home  / 
Australia Selidiki Facebook dan Google Terkait Kekacauan Media
Kamis, 7 Desember 2017 | 20:28:24
Regulator persaingan usaha Australia pada hari Senin, 4 Desember 2017, mengatakan bahwa mereka akan menyelidiki apakah raksasa online AS, Facebook dan Google, telah mengganggu pasar media berita sehingga merugikan penerbit dan konsumen.

Seperti pesaing mereka di seluruh dunia, perusahaan media tradisional Australia telah terjepit oleh pesaing online, karena dolar iklan telah melirik ke distributor digital seperti Google, Facebook dan Netflix Inc.

Pemerintah Australia memerintahkan penyelidikan tersebut sebagai bagian dari reformasi media yang lebih luas, di tengah meningkatnya kekhawatiran akan masa depan jurnalisme dan kualitas berita setelah tahun-tahun penurunan penghasilan dan pemotongan pekerjaan di ruang berita dan munculnya berita palsu.

"Kami akan memeriksa apakah platform-platform menggunakan kekuatan pasar dalam transaksi komersial sehingga merugikan konsumen, pembuat konten media dan pengiklan," kata Ketua Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC) Rod Sims dalam sebuah pernyataan, Senin 4 Desember 2017.

Penyelidikan juga akan mempelajari bagaimana Facebook dan Google beroperasi untuk "memahami pengaruhnya di Australia", tambahnya.

Juru bicara Google mengatakan, "Kami berharap dapat terlibat dengan proses ini yang relevan." Sementara Facebook belum menanggapi permintaan komentar.
Gagasan untuk penyelidikan ACCC muncul dalam negosiasi reformasi media di parlemen awal tahun ini, yang mengakibatkan pengenduran undang-undang kepemilikan sehingga memungkinkan pemain besar negara tersebut meningkatkan pangsa pasar mereka agar lebih bersaing melawan pengganggu online.

Analis media independen Peter Cox mengatakan kepada Reuters bahwa tidak jelas apa langkah-langkah yang dapat direkomendasikan regulator persaingan kepada pemerintah meskipun sektor media di negara tersebut semakin anti-kompetitif. "Anda bisa melihat ini sebagai batu loncatan menuju jenis reformasi lainnya, seperti pajak," kata Cox.

Yurisdiksi di seluruh dunia, termasuk Uni Eropa, mengalami pergulatan terkait bagaimana cara menarik pajak pada raksasa teknologi yang memiliki operasi global.
Saat ini pajak perusahaan dibayar oleh perusahaan yang memiliki kehadiran fisik. Hal ini memungkinkan perusahaan multinasional digital untuk mencatat sebagian besar keuntungan mereka di lokasi kantor pusat mereka dan bukan di tempat mereka menghasilkan uang mereka.

Penyelidik Australia akan memiliki kekuatan untuk menuntut informasi dari berbagai bisnis dan mengadakan dengar pendapat. Mereka akan membuat laporan akhir dalam 18 bulan. (T/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Di Tengah Spekulasi Berdamai, Artis Terkemuka Dunia Bela Brad Pitt dalam Perebutan Anak dengan Angelina Jolie
Joshua Siahaan dan Reza Azhari Ukir Prestasi dengan Lagu dan Puisi
Sule Lajang Lagi Pasca Digugat Cerai Sebab Orang Ketiga
Senat AS Setujui UU Royalti untuk Lagu yang Diciptakan Sebelum Tahun 1972
Menag Nilai Agama Modal Indonesia Rajut Persatuan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU