Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
WannaCry 2.0 Siap Teror Dunia
Kamis, 18 Mei 2017 | 18:51:12
Meskipun seorang peneliti keamanan asal Inggris berhasil mengatasi serangan WannaCry, teror dari ransomware tersebut nyatanya belum selesai. Menurut laporan terkini, penyerang telah menyiapkan WannaCry 2.0 yang tak dapat dimatikan.

Dikutip dari Tech Crunch, Senin (15/5), sejumlah ahli analis keamanan telah memperkirakan serangan tahap kedua tersebut. Sejumlah peneliti telah berhasil menemukan varian baru dari malware tersebut.

"Dua varian baru telah muncul. Varian pertama yang bisa diblokir dengan mendaftarkan nama domain baru. Sementara varian kedua masih bekerja sebagian, karena hanya menyebar dan tidak mengenkripsi file karena arsip yang digunakan untuk melakukan enkripsi rusak," ujar Matt Suiche, pendiri Comae Technologies.
MalwareTech, sosok yang berhasil mengatasi WannaCry 1.0, sebelumnya juga telah memprediksi hal tersebut. Menurutnya, segera setelah malware ini dihentikan, para penyerang akan menyiapkan versi lain yang lebih baik.

Untuk informasi, versi pertama WannaCry berhasil diatasi oleh seorang peneliti asal Inggris yang menggunakan nama samaran MalwareTech. Ia mengungkap aksinya tersebut melalui akun Twitter @malwaretechblog.

Pria yang bekerja untuk Kryptos Logic, perusahaan keamanan asal Amerika Serikat ini, menuturkan cara untuk mengatasi ransomware WannaCry tersebut dengan mendaftarkan domain yang digunakan untuk menyebarkannya.

"Saya menemukan beberapa malware terhubung dengan domain yang spesifik, tapi tak didaftarkan," tuturnya. Setelah didaftarkan, domain tersebut menjadi hidup dan penyebaran malware pun ternyata terhenti.

Bermodal Rp 142 Ribu
Pemuda yang mempunyai nama samaran MalwareTech berhasil menghentikan peredaran dengan menemukan tombol penghancur di kode pemrograman WannaCry.

"Dan itu sebenarnya, sebagian besar dilakukan secara tidak sengaja," katanya seperti disitat BBC.

Kisah kepahlawanannya ini dimulai saat dia kembali ke kantor bersama temannya setelah makan siang. Saat itu dia sudah mendengar banyak di artikel mengenai serangan yang berbahaya itu.

"Saya melihat bahwa malware itu terhubung dengan domain tertentu, namun belum terdaftar. Dari situ saya mengambilnya," kata pemuda yang bekerja di perusahaan keamanan Kryptos Logic.

Setelah ditelusuri, domain web tersebut selalu 'dilaporkan' setiap ada infeksi malware terhadap komputer baru. Yang dia lakukan adalah dengan membelinya seharga US$ 10,68 atau setara Rp 142 ribu saja untuk mendaftarkannya.

Langkah selanjutnya, dia melacak ke mana saja ransomware WannaCry itu menyebar dengan mengetahui keberadaan botnet.

"Domain ini ternyata membantu memantau penyebarannya dan melihat apa yang bisa dilakukan nanti. Ternyata menghentikan penyebarannya hanya dengan mendaftarkan domain itu," ujarnya, dilansir The Guardian. (Liputan6.com/CNN/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pedagang Minta Hentikan Eksekusi dan Beri Izin Pendirian Pasar SRO di Pangururan
HUT ke-62, Sat Lantas Polres Asahan Berbagi dengan Warga Kurang Mampu
Bupati Resmikan Pojok Edukasi Sampah di Komplek Stadion Bina Raga Rantauprapat
Anggota DPRD Tegal Kunker ke Tebingtinggi Terkait Perpustakaan dan Arsip
Boy Simangunsong Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Laguboti
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU