Home  / 
Ketika Pembalut Jadi Pengganti Narkoba
Jumat, 9 November 2018 | 11:19:07
Makin sulitnya mendapatkan Narkoba menimbulkan "kreativitas" baru di kalangan remaja yang berbahaya. Memang jika sudah kecanduan, hal yang tak masuk akalpun dilakukan. Hal itu dilakukan sebagai alternatif, karena sulitnya memeroleh Narkoba.

Sebut saja kebiasaan "ngelem" yakni menghirup lem karet. Biasanya penggunanya anak-anak hingga remaja. Mereka menghirup baunya hingga mengalami sensasi 'fly'. Padahal kebiasaan ini berbahaya bagi pernafasan dan paru-paru, termasuk otak.

Kini muncul lagi hal aneh yang terungkap dari kelakuan sekelompok remaja di Semarang, Jawa Tengah. Mereka meminum air rebusan pembalut wanita. Remaja yang meminumnya mengalami efek halusinasi, kecanduan dan mabuk hingga membuat 'fly'. 

Air rebusan pembalut tersebut dianggap bisa memberikan efek seperti menggunakan narkotika. Para remaja melakukannya karena cara itu dinilai lebih murah ketimbang membeli narkotika. Padahal risikonya sama-sama nyawa taruhannya.

Dekan Fakultas Farmasi Universitas Indonesia Mahdi Jufri menjelaskan, pembalut memiliki dua kandungan berbahaya jika dikonsumsi. Di antaranya klorin dan gel penyerap. Masyarakat lebih mengenal klorin sebagai kaporit.

Biasanya ini digunakan untuk penjernihan air. Klorin akan berbahaya jika terpapar tubuh baik itu tertelan atau terkena di area mata dan saluran pernapasan. Efeknya bisa menyebabkan masalah kulit, iritasi dan kanker dalam jangka panjang.

Sementara gel atau Sodium Polyacrylate adalah bubuk bahan kimia yang ditambahkan pada bagian dalam pembalut. Fungsinya sebagai penyerap cairan. Jika terpapar tubuh maka bisa menimbulkan iritasi atau alergi.

Betapa berbahayanya yang meminum rebusan pembalut ini. Remaja mesti diedukasi tentang dampaknya. Mereka sebaiknya disadarkan melalui sosialisasi intensif tentang ini. Manfaatkan media sosial untuk menyebarluaskan ancaman penyakit mematikan jika meminumnya.

Untuk memeroleh pembalut sangat mudah dan pasti sulit mendeteksi penyalahgunaannya. Upaya preventif adalah cara paling efektif. Orangtua harus mawas dan membangun komunikasi ke anak-anaknya, sehingga mereka terhindar dari bahaya narkoba dan alternatifnya. (**)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Ilmuwan Ingin Menggunakan Laser untuk Memandu Alien ke Bumi
Studi Ungkap Wanita Nigeria Kembangkan Bisnis dengan WhatsApp
Audio High Resolution Picu Peningkatan Speaker Wireless
Mirip Manusia, Robot Berteknologi AI Gantikan News Anchor
BPPT Kurangi Dosis Teknologi Asing untuk Perkapalan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU