Home  / 
Bahaya Main Hakim Sendiri
Selasa, 6 November 2018 | 11:17:25
Aksi main hakim sendiri menimbulkan korban di Kwalabekala Medan. Satu orang bernama Suparno (36), warga Jalan Luku V Kelurahan Kwalabekala Medan yang mengalami luka pada bagian kepala dan lengan kiri, akhirnya meninggal dunia dan satu lagi, Lasiman (55), warga Jalan Luku V Kwalabekala V Medan yang mengakibatkan luka pada bagian lengan kanan. Mereka dikeroyok sekelompok orang, yang menyerbu ke kawasan rumah korban.

Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto telah menyatakan belasungkawa. Orang nomor satu kepolisian Medan itu langsung mendatangi rumah duka dan berjanji akan menangkap orang-orang yang bertanggungjawab.

Polisi  pun bergerak cepat dan berhasil menangkap beberapa pelaku pengeroyokan. Motifnya masih diselidiki, kenapa terjadi aksi main hakim sendiri. Sebab di masyarakat ada informasi bahwa kejadian tersebut terkait peredaran narkoba.

Aksi main hakim sendiri sudah kerap terjadi. Sebelumnya sudah ada yang diburon karena menganiaya seorang ibu yang dituduh mencuri. Belakangan ini isu penculikan juga memicu aksi main hakim terhadap pendatang atau orang asing di suatu daerah.

Indonesia tidak menolerir aksi main hakim sendiri. Sebab Indonesia telah memiliki aturan hukum, sehingga jika ada pelaku kejahatan harus diserahkan pada pihak berwenang, agar kesalahannya dapat diproses secara adil. Namun terkadang, orang-orang terlanjur marah saat berhadapan dengan orang yang dianggapnya bersalah.

Sebab hukumlah yang menentukan seseorang bersalah atau tidak. Itu sebabnya warga negara harus diedukasi dan diingatkan menghargai hukum. Ketidaksenangan atau kemarahan tidak bisa menjadi pembenaran untuk berbuat anarkis.

Tindakan polisi sudah tepat untuk menangkap para pelaku. Diharapkan dalangnya mesti diungkap dan dihukum berat. Sebab perbuatan main hakim sendiri, premanisme dan anarkisme akan terulang, jika pelaku tak diberi efek jera.

Masyarakat sebaiknya belajar juga bagaimana menyikapi informasi adanya kejahatan di daerahnya. Jangan bertindak sendiri, itu berbahaya, sebaiknya laporkan terlebih dahulu ke polisi. Mendatangi sendiri pelaku kejahatan merupakan tindakan gegabah dan bisa membahayakan diri sendiri.

Terjadinya main hakim sendiri menunjukkan masih banyak masyarakat belum sadar hukum. Edukasi sebaiknya gencar dilakukan bagaimana jika ada kasus di lingkungannya. Di sisi lain, polisi harus lebih proaktif menciptakan rasa aman, dengan mengintensifkan patroli. (**)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Sekdaprovsu Buka Sosialisasi E-Formasi Pemprovsu, Sistem Transparan Lindungi Pegawai
Timses Jokowi Balas PAN: Narasi Ekonomi Prabowo-Sandi Cuma Jargon
Jaksa Kembalikan Berkas Nur Mahmudi ke Polisi
Kebakaran di Kementerian Pertahanan, 11 Mobil Pemadam Dikerahkan
3 Bulan Ditahan KPK, Idrus Marham Pamer Bikin Buku
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU