Home  / 
Investigasi Internasional Pembunuhan Jurnalis Saudi
Senin, 22 Oktober 2018 | 11:14:37
Kasus pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi menunjukkan masih banyak pihak tidak memahami tugas wartawan. Mereka yang bertugas mencari dan melaporkan berita dianggap sebagai musuh dan ancaman. Sebab harus menyampaikan fakta yang membuat pihak tertentu terganggu.

Dunia internasional telah menjadikan kebebasan pers sebagai salah satu indikator kualitas demokrasi suatu negara. Apabila jurnalis masih terancam, bahkan terbunuh, maka negara tersebut masuk kategori kurang demokratis. Perlindungan bagi wartawan dalam menjalankan tugasnya harus dijamin, jika suatu negara ingin maju.

Menurut Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ), jumlah wartawan yang dipenjarakan karena tugas mereka mencapai rekor tertinggi dalam tahun 2017. Turki, China dan Mesir adalah pelaku terbanyak. Dilaporkan bahwa sepanjang tahun ini, 44 wartawan di seluruh dunia telah dibunuh karena pekerjaan mereka.

Negara-negara yang sedang berperang, meskipun berbahaya bagi wartawan, bukan satu-satunya ancaman terhadap kebebasan pers. Justru negara yang tidak dalam keadaan perang, menekan dan membatasi wartawan. Ada banyak dalih dan bisa saja ada landasan hukum, tetapi pada hakekatnya mengancam kebebasan pers.

Menurut Freedom House, kelompok pengamat independen, kebebasan pers global telah menurun ke titik terendah dalam kurun 10 tahun lebih. Hanya 13 persen populasi dunia yang menikmati pers yang benar-benar bebas. Sungguh memprihatinkan, dan harus ada "keinsyafan global" tentang hal ini, jika ingin dunia lebih berkualitas.

Itu sebabnya investigasi internasional yang transparan terhadap kasus Jamal Khashoggi harus dilakukan. Tujuannya agar pihak bertanggung jawab tidak dibiarkan lolos dan membuat preseden bahwa nyawa wartawan begitu murahnya. Mereka harus dihukum seberat-beratnya atas perbuatan jahat tersebut.

Kita prihatin atas pembunuhan tersebut. Motifnya harus diungkap ke publik internasional. Jika benar karena sikap kritisnya terhadap penguasa, maka patut diberikan sanksi dari masyarakat global. Bentuknya bisa dirumuskan PBB, sebagai perwakilan warga dunia, yang penting supaya menegaskan perlindungan terhadap profesi wartawan.

Pemerintah Indonesia sebaiknya mengambil peran dalam mendorong proses investigasi ini. Sebab sebagai bagian dari masyarakat dunia, Indonesia mesti memastikan perlindungan bagi wartawan menjalankan tugasnya. Kita menghormati hukum yang berlaku di negara lain, hanya rasa keadilan publik tetap menjadi pertimbangan.

Diharapkan ada lagi fakta baru yang terungkap dalam kasus pembunuhan jurnalis senior Saudi ini jika melalui investigasi internasional. Syarat untuk itu telah terpenuhi, sebab ada di konsulat Saudi yang berada di Turki. Namun mewujudkannya tidak mudah, perlu dorongan dari banyak negara termasuk Indonesia. (**)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Raih Action Star of the Year, Aktris Zimbabwe-Amerika Ungguli Chris Pratt dan Ryan Reynolds
Adjie Notonegoro Kini Mengembala, Berkesaksian di GBI GranDhika Medan
Hombo Batu Disuguhkan di Stosa Art Parade 3
Ratusan Petani Sirapit Unjuk Rasa di Kantor Bupati dan BPN Langkat
Jalan Desa Sopobutar-Pardomuan Dairi Rusak
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU