Home  / 
Menyambut Wisatawan di Danau Toba
Minggu, 21 Oktober 2018 | 10:43:21
Sambil membenahi infrastruktur, pemerintah terus membuat terobosan untuk meningkatkan daya saing kawasan pariwisata Danau Toba. Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Danau Toba (BPODT) baru saja menandatangani perjanjian kerjasama dengan tujuh investor. Ini untuk pengembangan industri pariwisata di Danau Toba dengan total investasi senilai 400 juta dolar AS atau setara Rp 6,07 triliun.

Langkah selanjutnya adalah bagaimana mendatangkan wisatawan ke Danau Toba. Promosi harus gencar dilakukan mengincar pasar potensial. Berbagai paket mesti disiapkan semenarik mungkin agar turis menjadikan Toba sebagai pilihan berwisata.

Kementerian Pariwisata menyiapkan paket wisata Wonderful Huta Toba. Ini untuk menggaet wisatawan mancanegara asal Singapura dan Malaysia. Wisman yang membeli paket wisata ini bisa mengunjungi tiga kabupaten Huta Toba yakni Humbanghasundutan-Tapanuli Utara-Tobasamosir.

Konsultan Kepariwisataan Mian Simanjuntak yang telah berpengalaman mengembangkan wisata Raja Ampat dan Tolikara, digandeng untuk Toba. Banyak ditemukan warna baru yang menarik untuk dieksplorasi. Daerah tropis namun dingin dan ada kabut. Lalu, unik, kaya cerita dan sangat berbeda.

Untuk lokasi target wisatanya mulai dari Huta Ginjang, Sipiltik Homestay, perkebunan nanas Onanrunggu Sipahutar, Rumah Makan Gorga, hingga pemandian air panas di Sipoholon, Tapanuli Utara. Sementara di Humbanghasundutan ada industri pembuatan kacang, Desa Sitampurung, Bakkara, Batu Gaja Restauran, Sisingamangaraja Palace Tour sampai Sipinsur Geo Site Park. Selain itu di Tobasa ada pula Desa Meat, Lumban Silintong dan Hauma Bange Vilage, Balige Market Tradisional Balerong, Lumbanbulbul, hingga Desa Pagarbatu.

Wisata Toba itu tidak lagi hanya mengandalkan panorama danau. Ada banyak sisi lain yang bisa dieksplorasi. Antara lain, alam, agrowisata, sejarah, religi, budaya dan kulinernya banyak yang keren, seperti Pizza Andaliman dan Mango Wine.

Memang perlu disampaikan, Danau Toba bukan hanya Parapat saja. Pesonanya bukan hanya panorama danau. Ada sisi lain yang unik, seperti budayanya. Mulai dari hasil seni pahat, seni suara, tarian, hingga tenun. Belum lagi misteri letusan Gunung Toba yang menghasilkan Danau Toba, masih menarik bagi banyak ilmuwan dan peneliti.

Selain persiapan fisik, pembenahan mental warga Toba harus menjadi prioritas. Budaya wisata sebaiknya terus disosialisasikan, terutama yang berada di garis depan. Keramahtamahan (hospitality) mesti menjadi seperti nafas bagi pegiat wisata Danau Toba.

Dengan munculnya destinasi wisata baru di Danau Toba, dan ditawarkan di paket perjalanan, diharapkan meningkat kunjungan di Danau Toba. Pemerintah dan warga lokal sebaiknya mempersiapkan diri jika tak ingin menjadi penonton. Pariwisata Danau Toba maju, maka pasti akan berdampak ke kesejahteraan masyarakat lokal. (**)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Raih Action Star of the Year, Aktris Zimbabwe-Amerika Ungguli Chris Pratt dan Ryan Reynolds
Adjie Notonegoro Kini Mengembala, Berkesaksian di GBI GranDhika Medan
Hombo Batu Disuguhkan di Stosa Art Parade 3
Ratusan Petani Sirapit Unjuk Rasa di Kantor Bupati dan BPN Langkat
Jalan Desa Sopobutar-Pardomuan Dairi Rusak
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU