Home  / 
Rawa Jadi Solusi Swasembada Pangan
Rabu, 17 Oktober 2018 | 11:37:06
Kemarin tanggal 16 Oktober diperingati sebagai Hari Pangan Sedunia. Ini untuk menghormati berdirinya Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization-FAO), salah satu organisasi PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang didirikan tahun 1945. Bermula dari konferensi FAO ke 20, bulan November 1976 di Roma yang memutuskan untuk dicetuskannya Resolusi Nomor 179 mengenai World Food Day.

Resolusi yang disepakati oleh 147 negara anggota FAO -termasuk Indonesia- menetapkan bahwa mulai tahun 1981 segenap negara anggota FAO setiap tanggal 16 Oktober memeringati Hari Pangan Sedunia (HPS). Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian masyarakat internasional akan pentingnya penanganan masalah pangan baik di tingkat global, regional maupun nasional. Penyelenggaraan HPS merupakan konsekuensi keikutsertaan Indonesia sebagai anggota FAO.

Tema World Food Day tahun ini adalah "Our Actions are Our Future, A Zero Hunger World by 2030 is Possible". Pengembangan lahan rawa menjadi sentral HPS tahun ini di Indonesia. Pemerintah menjadikannya sebagai upaya nyata mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan di masa akan datang.
Target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah menghadapi berbagai kendala. Salah satu penyebabnya adalah luas lahan pertanian yang tidak memadai. Data Bank Dunia pada 2017 yang menyebutkan hanya 31,5 persen atau 570.000 kilometer persegi lahan di Indonesia yang digunakan untuk pertanian.

Sebagai perbandingan, Thailand memiliki lahan pertanian seluas 221.000 kilometer persegi atau 43,3 persen dari total lahannya. Australia menggunakan 52,9 persen lahannya untuk pertanian atau seluas 4 juta kilometer persegi. China memiliki lahan pertanian seluas 5 juta kilometer persegi atau 54,8 persen dari total luas lahannya.

Tantangan yang dimiliki Indonesia untuk mengejar swasembada pangan bukan hanya semakin berkurangnya luas lahan. Jumlah pekerja di sektor pertanian juga terus menurun. Hingga saat ini sebanyak 45 persen pekerja bekerja di jasa. Sementara itu pekerja di sektor pertanian hanya 33 persen.

Itu sebabnya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di setiap kesempatan menyebutkan lahan rawa di Indonesia merupakan "raksasa tidur" yang akan menjamin ketersediaan pangan di masa depan. Lahan rawa berpotensi mengantar Indonesia menjadi lumbung pangan dunia 2045. Sebab luas lahan rawa di Indonesia yang mencapai 33,4 juta hektare. Dari jumlah itu 20,14 juta hektare di antaranya merupakan lahan rawa pasang surut (LRPS) serta 13,26 juta hektare lahan rawa lebak (LRL), dan tercatat 9,53 juta hektare di antaranya berpotensi sebagai lahan pertanian produktif.

Hanya bertani di lahan rawa tidak sama dengan darat dan sawah. Rawa masih memerlukan penanganan khusus sebelum siap untuk diolah atau ditanami. Dana yang diperlukan akan bertambah, dari pertanian biasa.

Jadi sebelum mendorong petani mengelola lahan rawa, pemerintah harus terlebih dahulu mempersiapkannya. Jika serius, maka bukan hanya swasembada saja yang dicapai, bahkan surplus pangan bisa diwujudkan. Dalam perayaan HPS tahun ini, mari wujudkan kedaulatan pangan. (**)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Paripurna RPJMD Hanya Dihadiri 10 Anggota Dewan
Wali Kota Medan dan Kapoldasu Raih Gelar Magister Hukum di Medan
Anggota DPRD Medan Nilai, Pemko Masih Tebang Pilih Tertibkan Reklame
Melindungi Anak-anak Dari Bahaya Rokok
Bupati Indramayu Tepis Isu Mundur karena Masalah di KPK
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU