Home  / 
Merger Demi Perbaikan Kualitas PTS
Selasa, 16 Oktober 2018 | 10:51:20
Hingga Oktober 2018 jumlah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang telah dimerger masih minim yaitu hanya sekitar 100 PTS. Pada 2017 tercatat ada 3.128 kampus di seluruh Indonesia. Padahal, Kemenristekdikti menargetkan pada tahun 2018 akan ada 200 PTS yang dimerger. Bahkan, hingga akhir 2019 targetnya ada 1.000 PTS yang dimerger.

Menteri Menristekdikti Mohammad Nasir telah mengakui, proses penggabungan PTS kecil yang dinaungi oleh yayasan berbeda sangat sulit. Sebab masing-masing yayasan memiliki kepentingan. Untuk 100 PTS yang sudah dimerger saja, ternyata mayoritas adalah PTS yang bernaung pada satu yayasan yang sama.
Merger seringkali terkendala karena adanya perbedaan visi-misi ataupun persoalan manajemen lain dari satu perguruan tinggi dengan PT lainnya. Satu perguruan tinggi dan perguruan tinggi lain kalau merger berarti ada penyatuan visi dan aset, itu yang biasanya tidak mudah dilakukan.  Perlu pihak ketiga memediasi dan mendorong agar proses merger bisa lebih cepat.

Itu sebabnya Forum Rektor Indonesia (FRI) telah merekomendasikan agar pemerintah daerah (Pemda) turut mengintervensi atau mengkoordinasikan PTS ataupun yayasan untuk melakukan merger (penggabungan). Peran Pemda dinilai mampu memediasi dan mengordinasikan PTS kecil di setiap daerah. Pemda harus mendorong merger demi peningkatan kualitas pendidikan di daerahnya.

PTS dinaungi yayasan yang sama, merger cenderung mudah dilakukan, sebab pembicaraan hanya internal. Meskipun pada awalnya pasti ada pro-kontra dari berbagai pihak, utamanya mahasiswa. Tetap diperlukan sosialisasi sehingga semua civitas akademika sama persepsi kenapa harus merger.

Penggabungan PTS kecil merupakan satu dari empat prioritas Kemenristekdikti. Karena jumlah PTS yang terlalu banyak berpotensi merugikan masyarakat. Kualitas pendidikan PTS kecil tersebut tidak lagi memenuhi standar. Selain itu, jumlah PTS yang terlalu banyak menyulitkan pemerintah untuk bisa mengontrol dan memastikan mutu dan layanan pendidikan yang baik.

Sebenarnya sudah ada kelonggaran bagi yang merger. Kemenristekdikti telah berkoordinasi dengan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) terkait akreditasi. PTS yang akan di merger itu akan mengikuti PTS yang akreditasinya paling bagus. Jadi ini menjadi solusi meningkatkan akreditasi, dengan merger ke PTS yang memiliki kualitas lebih baik.

Kisah sukses, Telkom University yang merupakan salah satu universitas yang dimerger dari empat kampus, bisa diteladani. Telkom University merupakan gabungan STT Telkom, Politeknik Telkom, Insitut Teknologi Telkom dan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom (STISI Telkom). Karena tujuan yang sama untuk memanusiakan manusia dan kemauan seluruh pihak untuk berubah akhirnya bisa juga menjadi Telkom University yang semakin kuat.

Merger PTS kecil harus segera didorong, bukan hanya sekadar memenuhi target. Tujuannya lebih mulia, agar kampus menyajikan pelayanan berkualitas bagi mahasiswanya. Jadi, lulusannya mampu bersaing di era industri generasi keempat ini. (**)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Sekdaprovsu Buka Sosialisasi E-Formasi Pemprovsu, Sistem Transparan Lindungi Pegawai
Timses Jokowi Balas PAN: Narasi Ekonomi Prabowo-Sandi Cuma Jargon
Jaksa Kembalikan Berkas Nur Mahmudi ke Polisi
Kebakaran di Kementerian Pertahanan, 11 Mobil Pemadam Dikerahkan
3 Bulan Ditahan KPK, Idrus Marham Pamer Bikin Buku
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU