Home  / 
Bahaya Pornografi Internet Bagi Anak
Minggu, 14 Oktober 2018 | 13:57:29
Perkembangan internet merupakan keniscayaan. Setuju atau tidak, terima atau menolak, hampir semua aspek kehidupan sudah terhubung dengan internet. Jika seseorang gagap teknologi (gaptek), maka sulit baginya untuk bertahan dan  berkembang di zaman ini.

Dunia pendidikan tak luput dari sentuhan internet. Bahkan guru-guru kini malah menganjurkan anak didiknya menggunakannya dalam mencari bahan pelajaran atau mengerjakan tugas. Bukan hanya level SMA saja, anak SD dan SMP sudah terbiasa menggunakannya.

Makin murahnya gawai, membaiknya jaringan dan paket data yang murah meriah, membuat anak-anak dengan mudah mengakses internet. Sudah pemandangan biasa, anak-anak main game, dan berselancar di internet dengan menggunakan gawai.

Banyak tak menyadari internet bagai pisau yang memiliki manfaat dua sisi. Jika digunakan untuk yang positif, maka manfaatnya sangat besar. Sebaliknya, kalau negatifnya yang digunakan, maka daya rusaknya sangat besar, terutama bagi yang pengendalian dirinya sangat lemah, seperti anak-anak.

Berdasarkan survei dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) pada tahun 2017, sebanyak 97 persen dari 1.600 anak kelas tiga sampai enam SD sudah terpapar pornografi secara langsung maupun tidak langsung. Ketika sudah terpapar lebih dari 20-30 kali, anak mulai merasa ketagihan dengan konten itu. Sedangkan paparan paling banyak melalui internet dan gawai (gadget).

Kementerian Kominfo bersama Polri sebenarnya sudah berupaya membersihkan internet dari situs porno. Sudah ratusan, bahkan ribuan yang diblokir. Belakangan, google tak bisa lagi menampilkan konten porno. Patroli siber terus dilakukan demi melindungi generasi muda Indonesia.

Namun langkah tersebut dinilai belum efektif. Ternyata dari laporan yang diterima Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), konten pornografi masih banyak ditemukan di media sosial. Baru-baru ini ada terlacak grup khusus gay, dan bisa diakses anak-anak. 

Kepedulian orangtua perlu digugah agar lebih memerhatikan anak-anaknya. Pemberian gawai bagi anak memang dilematis. Satu sisi, memang sudah tuntutan zaman untuk berkomunikasi dengan mudah dan mencari informasi dengan cepat. Di sisi lain, jika tak ada kontrol, maka anak-anak bisa kecanduan.

Riset kesehatan menunjukkan kecanduan pornografi bagi anak, sama bahayanya dengan candu narkoba. Hal ini sangat berbahaya bagi masa depan anak. Ayo selamatkan anak-anak dari ancaman pornografi terutama di internet. Mulai kendalinya dari keluarga, harus ada aturan yang tegas kapan berhenti memakai gawai.(**)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Raih Action Star of the Year, Aktris Zimbabwe-Amerika Ungguli Chris Pratt dan Ryan Reynolds
Adjie Notonegoro Kini Mengembala, Berkesaksian di GBI GranDhika Medan
Hombo Batu Disuguhkan di Stosa Art Parade 3
Ratusan Petani Sirapit Unjuk Rasa di Kantor Bupati dan BPN Langkat
Jalan Desa Sopobutar-Pardomuan Dairi Rusak
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU