Home  / 
Kerjasama Warga Danau Toba dan Investor
Sabtu, 13 Oktober 2018 | 12:50:19
Kabar baik berhembus dari arena pertemuan IMF dan Bank Dunia di Bali. Sejumlah investor menyatakan komit membangun pariwisata Danau Toba. Kemarin, Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Danau Toba (BPODT) menandatangani perjanjian kerja sama dengan tujuh investor untuk pengembangan industri pariwisata di Danau Toba senilai 400 juta dolar AS atau setara Rp 6,1 triliun. 

Ketujuh investor yang siap membenamkan modal di Danau Toba yaitu PT Gaia Toba Mas, PT Agung Concern, PT Alas Rimbawan Lestari, PT Gamaland Toba Properti, PT Crystal Land Development, PT Asset Pacific, dan PT Arcs House-Jambuluwuk. 

Mereka akan membangun membangun fasilitas-fasilitas penunjang pariwisata seperti: hotel dan resort berstandar internasional, MICE (meeting, incentive, convention and exhibition), dan agro-forestry. Selain itu, investor juga akan mengembangkan, pertanian organik, wisata desa, pendidikan tentang pariwisata dan pemberdayaan sosial-ekonomi

Kita mengapresiasi kesepakatan dengan investor ini. Tidak baik langsung bersikap apriori dengan masuknya investasi ini. Orang-orang yang berjuang mendatangkan dana dalam jumlah besar ini patut mendapat penghargaan dari warga Danau Toba.

Sebab tidak mudah mendatangkan investasi dalam jumlah besar. Biasanya ada lobi panjang untuk meyakinkan investor. Sebab mereka harus memastikan uangnya aman dan akan kembali dalam jangka waktu yang ditentukan. Masuknya investasi ini menjadi bukti kawasan Danau Toba merupakan daerah yang prospektif.

Pariwisata dijadikan sebagai sektor primadona. Sebab pariwisata ternyata sangat efektif dan efisien mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain murah karena tidak membutuhkan modal besar, sektor pariwisata dapat tumbuh lebih berkelanjutan, menyerap banyak tenaga kerja, mengurangi ketimpangan antarwilayah dan kesenjangan pengeluaran antarpenduduk.

Hanya perlu dipastikan, pembangunan tersebut tidak mengabaikan masyarakat lokal. Investasi tak boleh merusak lingkungan Danau Toba. BPODT telah memastikan pengembangan pariwisata di Danau Toba akan menggunakan pendekatan eco-tourism.

Pendekatan ini menjaga pengembangan dengan menjaga kelestarian lingkungan, melibatkan masyarakat, dan menjaga tradisi budaya setempat. Hal ini yang perlu dikawal, agar jangan hanya retorika belaka. Semua pemangku kepentingan sebaiknya mendukung dan menyambut masa depan baru di Danau Toba.

Menyambut era baru pariwisata ini, warga harus berbenah dalam menerapkan budaya wisata yang berbasis keramahtamahan (hospitality). Selama ini, masih ada turis yang belum dijadikan sebagai tamu yang harus dilayani. Keluhan masih kerap terjadi, saat membeli mangga misalnya. Kebersihan toilet umum masih memprihatinkan.

Investasi akan berdampak apabila ada kerjasama dengan masyarakat lokal. Jangan hanya berharap pemerintah yang bergerak. Apa yang bisa dilakukan, sekecil apapun itu, berikan sebagai kontribusi bagi pariwisata Danau Toba yang lebih baik. (**)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Raih Action Star of the Year, Aktris Zimbabwe-Amerika Ungguli Chris Pratt dan Ryan Reynolds
Adjie Notonegoro Kini Mengembala, Berkesaksian di GBI GranDhika Medan
Hombo Batu Disuguhkan di Stosa Art Parade 3
Ratusan Petani Sirapit Unjuk Rasa di Kantor Bupati dan BPN Langkat
Jalan Desa Sopobutar-Pardomuan Dairi Rusak
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU