Home  / 
Kampus Penghasil Wirausaha Baru
Selasa, 9 Oktober 2018 | 12:12:05
Semangat kewirausahaan bangsa Indonesia ternyata masih berada pada tahap yang rendah. Hal itu terlihat dari beberapa indikator tentang kewirausahaan. Dalam Global Entrepreneurship Index tahun 2017, peringkat kewirausahaan Indonesia masih di ranking 90 dari 137 negara. Di tingkat Asia Pasifik, peringkat Indonesia ke-16 dari 24 negara.

Begitu juga jumlah inovasi dan paten masih rendah, yaitu peringkat 87 dari 137 negara. Walau harus diakui rasio wirausaha di Indonesia terbaru sudah meningkat menjadi 7 persen lebih dari total penduduk Indonesia. Pada tahun sebelumnya (2014), rasio wirausaha di Tanah Air baru 1,55 persen, kemudian meningkat menjadi 1,65 persen di 2016, hingga akhir tahun 2017 telah mencapai lebih dari 3,1 persen.

Angka itu sebenarnya sudah di atas standar internasional yang mematok 2 persen. Hanya jika ingin menjadi negara besar yang kuat fundamental ekonominya, jumlah wirausaha Indonesia perlu digenjot. Perguruan tinggi sebagai lembaga yang bertugas mencetak sumber daya manusia unggul, harus terlibat aktif menghasilkan mahasiswa dan lulusan berjiwa entrepreneur.

Itu sebabnya, Presiden Joko Widodo mengajak lembaga pendidikan tinggi di Indonesia untuk turut berperan sejak dini mengembangkan sekaligus melahirkan wirausahawan yang mampu menciptakan lapangan kerja. Harapan itu disampaikannya kemarin, saat berorasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-66 Universitas Sumatera Utara (USU) di Auditorium Kampus USU.

Survei yang pernah dilakukan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menyebutkan dari 5 juta mahasiswa yang ada di Indonesia sebanyak 83 persen di antaranya bercita-cita menjadi karyawan. Empat persen menjadi wiraswasta dan selebihnya menjadi anggota LSM dan politisi. Fakta itu memprihatinkan di tengah gencarnya era persaingan yang justru mengharuskan Indonesia memiliki lebih banyak wirausaha untuk menopang perekonomian nasional. 

Jokowi berpendapat banyak cara yang dapat dilakukan pimpinan universitas untuk mengembangkan semangat kewirausahaan. Salah satunya ialah dengan membangun ekosistem bagi para wirausaha pemula dan mengembangkan sejumlah skema pembiayaan alternatif bagi mereka. Universitas mampu menjadi inkubator awal bagi lahirnya banyak wirausahawan muda di Indonesia.

Jadi perlu gerakan yang radikal agar keinginan menjadi wirausaha dijadikan kesadaran nasional agar Indonesia mampu membangun bangsanya semakin cerdas dan berdaya saing. Hal itu bisa dimulai dari sejak bangku kuliah. Perguruan tinggi perlu mengubah orientasi dari mencari ijazah saja. Melainkan fokus terhadap ilmu dan menciptakan lapangan kerja. Ini menyangkut mindset yang perlu diubah sejak dini.

Diperlukan kolaborasi dengan seluruh elemen bangsa, karena pertumbuhan ini hanya akan dapat dicapai manakala semua stakeholder bergerak. Dalam pengembangan daya saing industri nasional, diperlukan penyiapan kompetensi SDM yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha saat ini. Menciptakan SDM Indonesia yang terampil itu perlu melalui kegiatan vokasi.

Harapan Presiden Jokowi perlu disikapi dengan serius perguruan tinggi di Indonesia. Inkubator bisnis harus diinisiasi dengan memerhatikan potensi lokal. Sumut yang kaya kuliner, misalnya bisa didorong menghasilkan mahasiswa dan alumni yang berbisnis di bidang ini. (**)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Akademisi dan Politisi Apresisasi Niat Presiden Jokowi Kucurkan Dana Kelurahan
Rutan Labuhandeli Dituding Cemari Lingkungan
Gubsu Edy Rahmayadi Berharap Perbankan Tingkatkan Kredit Pertanian
Menyambut Wisatawan di Danau Toba
Seribuan Jamaah dari Tabagsel Doakan Kapoldasu
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU