Home  / 
Indonesia Peduli Penyandang Disabilitas
Senin, 8 Oktober 2018 | 10:59:50
Jokowi kembali mendapat apresiasi saat tampil di pembukaan Asian Para Games. Dia tidak hanya bicara secara lisan, tetapi juga menggunakan bahasa isyarat. Ini bisa dimaknai sebagai bentuk kepedulian dan dukungan Indonesia terhadap penyandang disabilitas.

Asian Para Games 2018 akan diselenggarakan pada 8-16 Oktober mendatang. Ada 2.831 atlet dari 43 negara yang berpartisipasi dalam kompetisi olimpiade bagi para penyandang disabilitas itu. Total ada 531 nomor pertandingan di 18 cabang olahraga yang dipertandingkan. 

'We Are One' merupakan representasi semangat Indonesia Asian Para Games 2018. Kisah ini mengangkat tentang bangsa Indonesia yang memiliki keberagaman. Mulai dari keberagaman suku dan budaya, sampai keberagaman agama dan kepercayaannya melalui ikon bercahaya. 

Dari keberagaman itu lahirlah persatuan dalam wujud Pancasila. Indonesia adalah rumah besar bagi beragam agama, etnis, dan ras. Tak ada istilah mayoritas dan minoritas, bahkan antara penyandang disabilitas dan nondisabilitas.

Ketua Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC) Raja Sapta Oktohari menegaskan Indonesia adalah negara besar dengan 17 ribu pulau, 263 juta jiwa yang 30 juta di antaranya penyandang disabilitas. Lahir dari suku, agama, ras berbeda dari berbagai golongan, termasuk yang berkebutuhan khusus. Perbedaan itu yang justru membuat Indonesia  besar, yang ber-Bhinneka Tunggal Ika, walaupun berbeda tetap satu.

Jokowi pada acara ini juga berinteraksi dengan seorang remaja bernama Bulan dan atlet panahan Abdul Hamid. Sama-sama memanah kata Dis pada Disability hingga menjadi Ability. Makna prosesi tersebut ialah, kesetaraan untuk kaum difabel.

Itu sebabnya, dalam Asian Para Games 2018  setiap atlet yang mampu memenangi medali dia akan mendapatkan bonus uang yang sama dengan peraih medali di Asian Games 2018. Untuk peraih medali emas, para atlet mendapatkan bonus Rp1 miliar. Sedangkan peraih medali perak mendapatkan Rp500 juta, dan peraih medali perunggu mendapatkan bonus Rp250 juta.

Sungguh luar biasa, tak ada diskriminasi bagi mereka. Kita berharap jangan hanya pada even Asian Para Games saja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Fasilitas umum perlu segera dibenahi agar bisa diakses penyandang disabilitas.

Menurut data olahan PBB, jumlah difabel diperkirakan akan mencapai 940 juta orang hingga tahun 2050. Ini sekitar 15 persen dari 6,25 miliar masyarakat urban yang tersebar di seluruh dunia. Mereka jangan dianggap sebagai kaum marjinal atau kelas dua. Penyandang disabilitas berhak mendapat kesempatan yang sama seperti warga negara lain. Selamat bertanding atlet Asian Para Games. (**)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Akademisi dan Politisi Apresisasi Niat Presiden Jokowi Kucurkan Dana Kelurahan
Rutan Labuhandeli Dituding Cemari Lingkungan
Gubsu Edy Rahmayadi Berharap Perbankan Tingkatkan Kredit Pertanian
Menyambut Wisatawan di Danau Toba
Seribuan Jamaah dari Tabagsel Doakan Kapoldasu
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU