Home  / 
Mengejar Target 95 Persen Imunisasi MR
Selasa, 18 September 2018 | 12:29:01
Virus campak kalau mengenai anak sehat bisa menimbulkan  penyakit ringan seperti ruam, merah-merah. Namun bisa berdampak pada penyakit yang lebih berat yaitu pneumonia atau radang paru-paru bahkan bisa meninggal. Mereka juga mengalami hal lebih berat lagi seperti kejang-kejang dan mengalami kelumpuhan yang berujung pada kematian.

Sekalipun selamat mereka mengalami komplikasi. Perkembangan anak menjadi tidak baik sehingga menjadi beban bagi orangtua. Sementara itu virus rubella, kalau ringan hanya merah-merah biasa. Tapi jika mengenai ibu hamil maka bayinya akan menderita kelainan otak, kelainan di bagian penglihatan hingga mengakibatkan anak bisa buta, kelainan di pendengaran anak menjadi tuli, serta jantung anak bisa alami kebocoran. 

WHO menyebutkan di tahun 2015, terdapat 134.200 kematian akibat campak di seluruh dunia (setara dengan 367 kematian/hari, atau 15 kematian/jam). Angka ini memang sudah jauh menurun seiring meluasnya cakupan imunisasi campak. Pada tahun 1980, campak diperkirakan menyebabkan 2,6 juta kematian per tahun.

Itu sebabnya pemerintah mencanangkan  imunisasi measless rubella (MR). Tahun ini dilakukan serentak secara nasional pada 1 Agustus-September 2018. Imunisasi ditujukan untuk bayi usia 9 bulan sampai anak usia 15 tahun.

Target sasaran imunisasi sebanyak 31.963.154 juta di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Pada tahun 2017 sudah dilaksanakan di 6 provinsi yang ada di Jawa. Khusus untuk Sumatera Utara, ditargetkan hingga akhir bulan September ini, imunisasi MR diberikan minimal kepada 95 persen dari sasaran vaksin 4.291.857 anak.

Sayangnya, hingga Sabtu (15/9), imunisasi MR baru mencapai 33,6 persen dari target. Masih banyak daerah-daerah yang cakupannya sangat rendah. Sumut berisiko mengalami Kasus Luar Biasa (KLB) untuk penyakit campak rubella ini.

Dalam jangka waktu dua minggu ke depan, tampaknya sangat sulit mencapai target 95 persen, dari posisi sekarang baru 33,6 persen. Paling tidak harus mendekati, jika ingin Sumut aman dari campak dan rubella. Sebab sewaktu target tersebut dibuat, sudah ada gambaran tentang jumlah anak dan strategi mencapainya.

Strategi mesti diubah dengan cepat. Jangan lagi hanya melalui pendekatan formal saja. Komunikasi harus dibuka melalui saluran informal, dengan mendatangi langsung warga. Ulama mesti digandeng demi menjernihkan kesimpangsiuran vaksin yang masih dinilai bermasalah oleh sebagian orang.

Kita berharap target 95 persen bisa dicapai dalam dua minggu ke depan. Semua pihak mesti bekerja keras. Saatnya jemput bola, tak hanya menunggu di Posyandu. Pemerintah daerah harus mendukung, demi kesehatan anak-anak, yang bakal menjadi generasi bangsa. (**)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Melamar Wanita yang Sama, 2 Pria Berkelahi di Tempat Umum
Suami Palsukan Kematian, Istri dan Anak Bunuh Diri
Demi Sembuhkan Anak, Orangtua Beli Pulau Rp 2,2 Miliar
Lumpuh Setelah Jatuh dari Ranjang Saat Bercinta
Demi Balas Budi, Seorang Pria Bangun Vila Rp7 Miliar Buat Anjingnya
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU