Home  / 
Patriotisme yang Makin Surut
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 11:35:42
Patriotisme dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) didefinisikan sebagai sikap seseorang yang bersedia mengorbankan segala-galanya untuk kejayaan dan kemakmuran tanah airnya. Hampir senada, Wikipedia menyebutnya sikap yang berani, pantang menyerah dan rela berkorban demi bangsa dan negara. Patriotisme berasal dari kata "patriot" dan "isme" yang berarti sifat kepahlawanan atau jiwa pahlawan, atau "heroism" dan "patriotism" dalam bahasa Inggris.

Pengorbanan tersebut dapat berupa pengorbanan harta benda maupun jiwa raga. Patriotisme ini yang sudah diteladankan para pendiri negeri ini. Mereka tanpa membeda-bedakan latar belakang, bisa bersatu merebut kemerdekaan. Bukan tak ada perdebatan, bukan tak ada perbedaan, tapi semua bisa berjiwa besar demi tujuan mulia.

Seorang patriot menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas segala-galanya. Perspektifnya selalu melihat dari kacamata nasionalisme. Manakala kepentingannya berbenturan dengan negara, maka keinginan individu dan kelompok mengalah. Dengan demikianlah negara ini bisa berdiri tahun 1945.

Setelah 73 tahun Indonesia merdeka, apa yang terjadi? Benarkah patriotisme makin surut? Harus diakui, ada segelintir elite yang menghalalkan segala cara agar kekuasaan ada di tangan mereka. Isu SARA sering dimainkan menjatuhkan kelompok lain.

Mereka tak sadar masih banyak dari anak bangsa ini yang sangat paternalistik. Teladan dari elite dengan cepat ditiru. Meski sebenarnya apa yang ditunjukkan segelintir elite tersebut menyimpang dari nilai-nilai luhur kebangsaan yang diwariskan para pendiri negara (founding fathers).

Kondisi ini tak bisa dibiarkan menjadi penyakit menular ke elemen bangsa lainnya. Momen perayaan hari kemerdekaan, sangat tepat dimanfaatkan untuk menggelorakan kembali patriotisme. Harus ada tindakan drastis dan konsisten untuk mencegah surutnya nilai-nilai patriotisme dari bangsa ini.

Sebaiknya, film-film yang menggambarkan revolusi kemerdekaan, diputar di mana-mana. Produser harus didorong memproduksi versi terbaru. Amerika saja memanfaatkannya, lihatlah film buatan Hollywood, selalu menunjukkan sikap patriot, yang cinta negara mereka. Harusnya Indonesia melakukan hal yang sama, sebab memang benar kemerdekaan  Indonesia merupakan hasil perjuangan.

Media massa juga sangat efektif untuk membangun patriotisme bangsa ini, agar jangan semakin surut. Generasi muda jangan sampai menjadi orang yang berkepribadian kerdil. Rasa senasib sepenanggungan sebagai satu bangsa mesti terus ditanamkan sejak dini.

Negara ini bisa bubar apabila nilai patriotisme hilang dari sanubari generasi muda. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Meski masih ada yang mengampanyekan politik identitas, mari lawan dengan menularkan sikap patriotisme. Bangsaku dan negaraku, di atas segala-galanya. (**)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Anak Didik SMA GKPS 1 Pamatangraya Dapat Sosialisasi Bahaya Narkoba
Mendikbud Minta PPDB Ditiadakan Mulai Tahun Depan
Kemendikbud Siapkan Lulusan SMK Jadi Pengusaha
1.938 Siswa Ikut Dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional
Kunci Sekolah Bermutu Ada Pada Proses Pembelajaran
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU