Home  / 
Mendesain Pramuka Agar Menarik Kaum Muda
Rabu, 15 Agustus 2018 | 10:55:06
Setiap tanggal 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka. Gerakan Pramuka Indonesia merupakan nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan. Kata "Pramuka" merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti jiwa muda yang suka berkarya.

Gerakan kepanduan pertama sekali digagas Lord Baden-Powell ini diawali dari upaya mempertahankan kota Mafeking dari serangan musuh. Para pemuda direkrut menjadi tentara sukarela untuk mengirim pesan, membawa barang ataupun tugas lain yang tak melibatkan pemuda ini berperang secara langsung di medan tempur. Setelah perang usai ternyata gagasan gerakan ini menarik perhatian dan akhirnya menyebar ke berbagai negara.

Pramuka atau Kepanduan di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1923 yang ditandai dengan didirikannya (Belanda) Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung. Pada tahun yang sama, di Jakarta didirikan (Belanda) Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO). Kedua organisasi cikal bakal kepanduan di Indonesia ini meleburkan diri menjadi satu, bernama (Belanda) Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO) di Bandung pada tahun 1926.

Pada tahun 1930 organisasi kepanduan seperti IPO, PK (Pandu Kesultanan), PPS (Pandu Pemuda Sumatra) bergabung menjadi KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Kemudian tahun 1931 terbentuklah PAPI (Persatuan Antar Pandu Indonesia) yang berubah menjadi BPPKI (Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia) pada tahun 1938. Setelah proklamasi kemerdekaan dibentuklah Pandu Rakyat Indonesia pada tanggal 28 Desember 1945 di Surakarta. 

Gerakan Kepanduan di tanah air akhirnya diperkuat melalui Keppres No. 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka yang pada tanggal 20 Mei 1961. Kemudian pada 14 Agustus 1961, secara resmi Gerakan Pramuka diperkenalkan kepada masyarakat setelah Presiden Sukarno menganugerahkan Panji Gerakan Pramuka dengan Keppres Nomor 448 Tahun 1961. Inilah yang kemudian dijadikan sebagai hari lahirnya Pramuka di Indonesia dan diperingati hingga sekarang.

Pramuka sangat penting untuk membentuk karakter pemuda bangsa. Pramuka memberikan pendidikan yang membentuk karakter, seperti kedisiplinan, kesopanan, patuh pada aturan, kreatifitas dan kecakapan berpikir. Pramuka mengajarkan kecakapan dalam berpikir dan menggunakan cara-cara kreatif dalam mengatasi permasalahan.

Bukti nyata manfaat gerakan Pramuka sudah dirasakan banyak anak-anak. Mereka yang sebelumnya kurang disiplin, belajar tertib dan bertanggung jawab. Latihan-latihan termasuk kemah bersama, melahirkan sikap mandiri. Sebab saat berkemah, anggota Pramuka harus memasak, mencuci piring dan aktivitas mandiri lainnya.

Sayangnya gerakan ini pernah redup dalam dunia pendidikan. Untunglah, kini sudah kembali diwajibkan dengan membuat sebagai ekstrakurikuler. Kita berharap gerakan Pramuka bisa menjadi sarana pembinaan bagi generasi muda, sehingga tangguh dalam menghadapi tantangan zaman. Sebab banyak ancaman yang mengintip mereka, antara lain narkoba, pergaulan bebas, paedofil, dan paham radikalisme.

Generasi muda sebaiknya diwajibkan menjadi anggota Pramuka. Untuk itu, programnya mesti didesain semenarik mungkin, sehingga anak-anak tertarik bergabung. Muatan nilai kebangsaan, kebhinekaan dan kemandirian mesti ada untuk menghasilkan pemuda yang berkualitas, jasmani dan rohani. Selamat Hari Pramuka! (**)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kadis Pariwisata Sukabumi Puji Keindahan Danau Toba
Haru, Pertemuan Istri Korban Kecelakaan Lion Air JT 610 dan Garuda 152
Gaya Hidup Konsumtif Picu Kepala Daerah Korupsi
Bertemu Ulama di Istana Bogor, Jokowi Luruskan Isu Hoax
Akibat Perang, 85.000 Anak di Yaman Tewas karena Kelaparan dan Penyakit
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU