Home  / 
Memaknai Pesan Jokowi ke Polri
Kamis, 12 Juli 2018 | 10:42:12
Kemarin, Polri merayakan HUT ke 72  Bhayangkara secara berbeda. Jika sebelumnya di ruang terbuka, kali ini dilakukan di ruangan tertutup, Istora Senayan Jakarta. Hadir sebanyak 6.472 personel yang merupakan gabungan pasukan Polri dan TNI.

Secara khusus Presiden Jokowi menyampaikan lima pesan penting. Pertama, mantapkan soliditas internal dan profesionalitas Polri untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menghadapi tantangan ke depan yang semakin kompleks. Kedua, kepolisian harus memerbaiki kelemahan dalam menegakkan hukum. 

Penegakan hukum harus dilakukan secara profesional, transparan, dan adil. Ketiga, Jokowi menginstruksikan agar kepolisian menghilangkan budaya koruptif serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri. Keempat, mengedepankan langkah-langkah pencegahan lakukan tindakan humanis dalam menangani segala permasalahan sosial yang timbul.

Terakhir, Jokowi meminta kepolisian untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan TNI serta elemen pemerintah lainnya dalam menjalankan tugas. Dia yakin dengan ikhtiar dan melakukan perbaikan-perbaikan, peningkatan soliditas dan profesionalisme maka Polri akan menjadi institusi yang semakin dipercaya rakyat. Kelima pesan ini menunjukkan besarnya harapan presiden terhadap institusi Polri lebih profesional dari sebelumnya.

Memang kepercayaan Polri selama tiga tahun terakhir makin meningkat. Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan beberapa lembaga. Pada survei yang diselenggarakan Litbang Kompas, per akhir Juni 2016, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 63,2 persen. Namun, angka ini naik menjadi 70,2 persen pada Oktober 2017. Kemudian, survei yang kembali digelar Litbang Kompas pada Juni 2018 menunjukkan kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,9 persen.

Lembaga survei lainnya, seperti Populi Center, dan Alvara Research Center menunjukkan hasil yang sama. Padahal sebelumnya, Polri masih masuk dalam tiga institusi paling tidak dipercaya publik. Meski begitu, masih ada kelemahan-kelemahan di sana-sini yang perlu diperbaiki.

Lima pesan Jokowi tersebut memiliki makna sebagai harapan besar terhadap Polri. Profesionalitas mendapat penekanan khusus, selain soliditas dan menjaga hubungan baik dengan TNI. Sebab penegakan hukum tanpa sikap profesional, akan merusak kepercayaan publik yang telah membaik beberapa tahun terakhir.
Kita berharap Polri menjaga kepercayaan masyarakat tersebut. Laksanakan tugas-tugas secara profesional. Segera tuntaskan kasus-kasus yang masih menjadi pekerjaan rumah. Polri dalam tampilan mesti makin humanis, sebagai bagian dari masyarakat sipil.

Prestasi Polri patut mendapat apresiasi. Apalagi berdasarkan survei Global Law and Order Survey yang diselenggarakan The Gallup Organization tahun 2018 menempatkan Indonesia sebagai negara teraman ke-9 di dunia. Polri perlu dukungan semua pihak untuk melaksanakan tugas menjaga ketertiban negeri ini. (**)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Bertemu Pejabat Singapura, Ketua MPR Sampaikan Kondisi Politik RI
15 Hektare Hutan Konservasi di Riau Terbakar
Hari Ini, KPU Sampaikan Hasil Verifikasi Administrasi Bacaleg 2019
Bendera Peserta Asian Games Pakai Bambu, PDIP DKI: Tidak Pantas!
Jokowi Ajak Anak-anak Bermain dan Berdendang di Halaman Istana
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU