Home  / 
Kawasan Tanpa Rokok Kota Medan
Minggu, 8 Juli 2018 | 13:47:04
Sejak Januari 2014, Kota Medan telah memiliki Perda tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Dalam aturan ini ditegaskan ada tujuh jenis lokasi yang masuk kategori KTR. Mulai dari fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, hingga tempat umum.

Dalam pasal 1 butir 9, KTR merupakan ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau memproduksi, menjual, mengiklankan dan mempromosikan produk tembakau. Jadi Perda ini bukan hanya mengatur larangan merokok saja. Tetapi juga membahas produksi, penjualan dan iklan rokok.
Menurut kesehatan, rokok sebenarnya tak baik. Ada banyak penyakit yang bisa ditimbulkan. Mulai dari penyakit pernafasan, hingga kanker dan impotensi. Itu sebabnya di bungkus rokok, sudah ada penegasan akan bahayanya.

Meski demikian, merokok merupakan hak seseorang. Tak ada larangan bagi seseorang untuk menjadi perokok. Hanya, hak tersebut dijalankan dengan menghormati hak orang lain juga. Hak perokok dibatasi hak yang bukan perokok.

Pemerintah meski tahu bahaya rokok, tak bisa melarangnya. Sebab itu menyangkut pilihan seseorang. Hanya pemerintah bisa membatasinya aktivitas perokok di kawasan tertentu. Itu bukan saja melindungi orang yang bukan perokok, tetapi untuk lingkungan.

Itu sebabnya, ada kawasan tertentu yang dimasukkan area tanpa rokok. Para perokok tak bisa menyalakan rokoknya di tempat ini. Bagi pelanggar bisa dikenakan denda, bahkan hukuman penjara.

Sayangnya, kepatuhan terhadap kawasan tanpa rokok ini masih rendah. Lihatlah kantor-kantor di Medan, pelanggaran masih jamak terjadi. Bahkan di rumah sakit dan puskesmas, orang-orang mengepul asap, meski ada tulisan larangan merokok.

Perlu ada upaya serius menegakkan Perda No 3 Tahun 2014 ini. Kata kuncinya adalah keteladanan dan mengawasi secara konsisten. Kantor pemerintah harus menjadi pelopor KTR. Lalu, beri sanksi bagi yang masih melanggar.

Jangan biarkan Perda ini hanya macan kertas. Pemko Medan harusnya menghormati aturan yang mereka buat sendiri, dengan terus menyosialisasikan dan mengimplementasikannya. Mari tingkatkan kualitas kesehatan masyarakat Kota Medan. (**)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Polsek Kota Kisaran Ringkus 2 Pelaku Curat
Mau Rebut Senpi Polisi, Pelaku Curanmor Tewas Ditembak
Berkomplot dengan Napi, Remaja 17 Tahun Selundupkan Ekstasi Asal Perancis
Pengedar Sabu Ditangkap Polisi dari Kamar Kos
Polda Sumut Tangkap Bandar Judi Online
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU