Home  / 
Jaminan Keamanan Pemudik
Rabu, 13 Juni 2018 | 16:56:15
Mudik merupakan tradisi tak terpisahkan lagi dari bangsa ini. Terutama menjelang Lebaran, orang-orang yang berada di kota dan perantauan, ramai-ramai pulang ke kampung halamannya. Tujuannya bukan sekadar bersilaturahmi dengan sanak saudara dan handai tolan.

Secara ekonomi, mudik juga berarti pemerataan. Orang-orang yang berhasil dan bekerja di kota besar pulang kampung untuk berbagi. Mereka biasanya membawa banyak uang, untuk biaya penampilan, ongkos perjalanan, dibagikan ke keluarga dan tetangga.

Itu sebabnya, bisa dipastikan pemudik jarang kosong kantongnya. Uang hasil kerja keras yang ditabung, diboyong ke kampung. Ini bagian dari aktualisasi diri, sebagai orang yang berhasil di rantau, atau mungkin sekadar menunjukkan sudah 'berbeda' dari orang-orang yang tinggal di kampung.

Itu sebabnya, para penjahat menjadikan pemudik menjadi sasarannya. Saat musim mudik tiba, saat itu pula para pelaku kriminal bersiap untuk beraksi. Ada yang mencopet di terminal, menjambret, menodong, bahkan membegal. Sasaran begal adalah yang menggunakan kendaraan, baik roda dua atau mobil dan yang naik kendaraan umum.

Pemudik yang menggunakan perhiasan secara menyolok biasanya menjadi target. Apalagi yang masih membawa uang tunai dalam jumlah besar. Sebenarnya di era nontunai sekarang, tak zamannya lagi menenteng uang tunai. 

Sudah ada berbagai fasilitas nontunai, yang dengan mudah bisa dicairkan di desa.  Teknologi keuangan sudah sampai hingga ke pelosok. Begitu juga dengan perhiasan, sebaiknya jangan digunakan secara menyolok. Sebab hal itu akan mengundang masalah.

Kapolri memang telah mengeluarkan instruksi tegas bagi begal pemudik. Polisi bergerak secara terbuka dan tertutup sengaja tak berlibur, demi mengamankan perhelatan nasional ini. Jalur mudik telah dipetakan dan akan dipantau, demi memastikan keamanan pemudik.

Namun, para pemudik tak boleh lengah. Mesti waspada senantiasa, terhadap diri sendiri, rombongan, dan barang bawaan. Jika berkendara sendiri, sebaiknya beriringan, terutama jika malam hari atau tempat sepi. Jika ada mencurigakan, segeralah melapor ke pos keamanan terdekat.

Sikap tegas Polri soal keamanan pemudik patut diapresiasi. Hanya, untuk memaksimalkannya, kerjasama pemudik sangat diperlukan. Kejahatan adalah akumulasi niat dan kesempatan. Polisi dan pemudik harus memperkecil kesempatan penjahat beraksi. (**)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pulang dari Turki, Anwar Ibrahim Dilarikan ke Rumah Sakit
Pendiri Dinas Rahasia dan Mantan PM Korsel Meninggal di Usia 92 Tahun
Larangan Mengemudi Bagi Perempuan Saudi Resmi Dicabut
Pemerintah AS Segera Bentuk Satuan Tugas Reuni Keluarga Migran
Macron Dukung Sanksi Bagi Negara Uni Eropa Penolak Imigran
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU