Home  / 
Penyandang Masalah Sosial di Jalanan Medan
Senin, 11 Juni 2018 | 14:52:56
Makin dekat hari H Lebaran, jalanan Kota Medan makin ramai dengan penyandang masalah sosial. Ada pengamen, orang cacat, penderita penyakit, orang gila dan pengemis. Mereka biasanya mangkal di lampu merah, depan rumah ibadah dan sebagian keliling ke rumah-rumah.

Kehadiran penyandang masalah sosial ini sebenarnya bukan karena momen mau Lebaran. Bulan-bulan sebelumnya juga sudah ditemukan di jalanan. Setidaknya ada tindakan tegas dan solusi permanen bagi mereka, sehingga perbuatan mengemis serta minta uang di lampu merah, selalu terulang.

Harusnya instansi terkait memiliki program berkelanjutan bagi penyandang masalah sosial. Tak cukup hanya merazia dan menangkap mereka untuk sesaat saja. Mesti ada pendataan, mana yang benar-benar bermasalah, mana yang tidak.

Orang-orang yang benar-benar bermasalah mesti dikirim ke panti sosial. Sebab perintah konstitusi sangat tegas agar negara memelihara fakir miskin dan orang terlantar. Jika memungkinkan direhabilitasi, dilatih dan dirawat agar memiliki kemandirian melanjutkan hidup.

Namun, orang-orang yang hidup di jalanan karena masalah mental, seperti kemalasan, sebaiknya diberi sanksi. Sebab ternyata berdasarkan penelitian, sebagian besar orang 'cacat' di jalanan, ternyata penipu. Mereka sebenarnya sehat, hanya karena tak mau bekerja keras, memilih mengemis atau meminta-minta.

Untuk itu, Kota Medan sudah saatnya memiliki panti sosial yang representatif. Tindakan represif seperti razia, hanya solusi sementara. Begitu dibebaskan, mereka akan kembali lagi ke lapangan, seperti lingkaran setan.

Bantuan tunai atau nontunai, jika tak diikuti dengan pelatihan ketrampilan yang bisa sebagai jalan nafkah, hasilnya sama saja. Begitu uang habis, yang bersangkutan akan tergoda kembali ke jalanan. Sudah saatnya, bantuan sosial untuk biaya hidup, dipadukan dengan pemberdayaan agar memiliki ketrampilan.
Sebagai langkah awal, jalanan harus dibersihkan dari penyandang masalah sosial. Sebab keberadaan mereka sudah sangat mengganggu. Anggaran untuk itu sebaiknya disediakan secara rutin. Jika panti sosial tak memadai, bisa dipikirkan kerjasama dengan daerah lain, atau pemerintah atasan.

Kita berharap ada tindakan progresif terhadap penyandang masalah sosial di jalanan Kota Medan. Meski ada yang tergerak membantu dengan memberi uang, sebaiknya ditata melalui saluran yang benar. Pemda bisa mengorganisirnya, namun diberikan ke orang yang tepat dan memerlukan bantuan. (**)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Melamar Wanita yang Sama, 2 Pria Berkelahi di Tempat Umum
Suami Palsukan Kematian, Istri dan Anak Bunuh Diri
Demi Sembuhkan Anak, Orangtua Beli Pulau Rp 2,2 Miliar
Lumpuh Setelah Jatuh dari Ranjang Saat Bercinta
Demi Balas Budi, Seorang Pria Bangun Vila Rp7 Miliar Buat Anjingnya
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU