Home  / 
TNI-Polri Kompak, Negara Kuat
Jumat, 8 Juni 2018 | 10:03:00
Presiden Jokowi secara terbuka memuji kekompakan TNI dan Polri. Bukan rahasia lagi, kedua institusi ini di masa lalu sering bergesekan. Kondisi ini berbahaya, sebab masing-masing memiliki senjata api dan bisa membahayakan orang yang tak berdosa.

Dulu, polisi dan TNI sama-sama bergabung dalam ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia). Selama Orde Baru, peran TNI lebih menonjol, terutama dari Angkatan Darat (AD). Banyak posisi strategis dipegang TNI, baik di pemerintahan, BUMN dan lembaga lainnya.

Memang dwifungsi ABRI, saat itu menjadi justifikasi bagi TNI mendominasi masyarakat sipil. Polisi yang sebenarnya bagian dari sipil, seolah menjadi tentara. Tak heran, di masa lalu polisi kadang bertindak seperti tentara, sering mengabaikan hak warga sipil. 

Setelah reformasi, ada dorongan yang kuat  tentang penegakan supremasi sipil. MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) menerbitkan TAP MPR No 6 tentang Pemisahan TNI dan Polri. Lalu TAP MPR No 7 tentang Peran TNI dan Polri. Disebutkan, TNI fokus pertahanan, dan Polri berperan di bidang keamanan.

Sejak saat itu, hubungan kedua institusi kurang harmonis. Ada dugaan terjadi kecemburuan dan persaingan. Sebab TNI tak sebebas dulu lagi masuk ke wilayah sipil. Akibatnya, beberapa kali terjadi bentrokan, yang sebenarnya berawal dari masalah sepele.

Dampaknya pasti ada ke masyarakat lainnya. Penjahat pasti bersorak melihat polisi disibukkan dengan konflik dan TNI. Sebaliknya, citra TNI terpuruk, karena dianggap arogan dan tak menghormati supremasi sipil. Energi banyak terkuras, baik TNI dan Polri menjadi kontraproduktif.

Ada analisis, ada pihak tak senang melihat TNI Polri akur. Sebab jika keduanya ribut, konsentrasi akan buyar dalam menjaga pertahanan dan keamanan. Pihak asing dan penjahat pasti menyukai hal ini, sebab mereka bebas beraksi.

Kita mengapresiasi Panglima TNI dan Kapolri yang menjalin komunikasi dengan baik. Sebab jika pucuk komando kompak, maka akan menjadi teladan hingga ke level terbawah. Kalaupun ada gesekan kecil, bisa segera diselesaikan, sehingga tak melebar ke mana-mana.

Sebab jika TNI dan Polri kompak dan solid, maka konsentrasi menjalan tugas makin baik. Bahkan bisa saling mendukung dalam menjalankan tugas, seperti  ditunjukkan dalam menghadapi terorisme. Negara akan kuat dan aman, jika TNI Polri bersatu dan saling membantu. (**)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Gunung Anak Krakatau Erupsi 576 Kali Sehari
20 Penumpang Sudah Dievakuasi, 6 Tewas
KPAI Desak Usut Inisiator Karnaval Anak TK Bercadar dan Bersenjata
102 Ribu Napi Dapat Remisi 17 Agustus, 2.220 Orang Langsung Bebas
Mantan Sekjen PBB Kofi Annan Meninggal Dunia di Usia 80 Tahun
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU