Home  / 
Antisipasi Macet Mudik
Selasa, 5 Juni 2018 | 10:30:35
Mudik merupakan tradisi yang telah lama ada di masyarakat Indonesia. Berbagai kemajuan dalam bidang transportasi dan infrastruktur, membuat minat warga makin tinggi melakukan mudik. Biasanya dilakukan menjelang Lebaran secara khusus umat Muslim dan juga Tahun Baru.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, mudik membawa beberapa konsekwensi. Antara lain, lalu lintas akan mengalami kemacetan di beberapa titik. Meski selalu terulang, tetap saja terjadi horor macet, di tempat yang sama dari masa ke masa.

Dalih yang disampaikan setiap tahun adalah lebar dan panjang jalan tak berubah, sementara volume kendaraan makin meningkat. Hal ini sebenarnya bisa diantisipasi dengan membuat rekayasa lalu lintas. Jika kondisi jalan tak bisa lagi disiasati, maka harus ada rute alternatif.

Sejak awal rute alternatif sudah didesain, dengan membuat rambu penuntun. Warga sekitar diberitahu agar maklum dan membantu pemudik. Lalu, jalur alternatif disosialisasikan secara luas melalui media massa dan media sosial. Jadi pemudik tidak meraba lagi saat masuk ke rute alternatif.

Pemda secara sengaja mesti membenahi jalur alternatif. Meski hanya menambah sirtu misalnya ke jalan yang dianggap rawan. Tak harus membuat perkerasan atau mengaspal ulang. Jalur alternatif tak perlu mulus, hanya ada kepastian bagi pemudik bebas dari horor kemacetan.

Bagi pemudik Sumut sudah jelas, menjelang Lebaran jalan tol Belmera akan tersambung ke tol Kualanamu-Sei Rampah. Namun, untuk tol Sei Rampah-Tebing Tinggi belum selesai, dan masih proses konstruksi. Berarti bisa diprediksi akan ada kemacetan di pintu tol Sei Rampah.

Lalu lintas dari arah Sei Rampah ke pintu tol, dan ke arah Tebing Tinggi, berpotensi horor macet. Hari biasa saja, mulai dari Tebing Tinggi-Bamban-Kampung Pon-Pintu Tol Sei Rampah, sudah padat merayap. Apalagi pada momen menjelang Lebaran, pemudik bisa melimpah ruah.

Hal ini harus segera diantisipasi. Rute alternatif segera sosialisasikan. Misalnya, Tebing Tinggi-Medan via Galang mesti lebih diaktifkan. Angkutan berbadan besar seperti bus dan truk bisa dialihkan ke sana. Polisi dan Dinas Perhubungan sebaiknya duduk bersama mencarikan solusi.

Begitu juga di kawasan rawan macet lainnya. Biasanya jalan ke destinasi wisata selalu bermasalah. Kita berharap mudik kali ini lebih nyaman dari sebelumnya. Persiapan yang serius dan matang akan membuat mudik bebas macet.(**)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Gunung Anak Krakatau Erupsi 576 Kali Sehari
20 Penumpang Sudah Dievakuasi, 6 Tewas
KPAI Desak Usut Inisiator Karnaval Anak TK Bercadar dan Bersenjata
102 Ribu Napi Dapat Remisi 17 Agustus, 2.220 Orang Langsung Bebas
Mantan Sekjen PBB Kofi Annan Meninggal Dunia di Usia 80 Tahun
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU