Home  / 
Indonesia Butuh NU
Senin, 4 Juni 2018 | 11:11:24
Delapan tahun lagi, Nahdlatul Ulama (NU) akan genap berusia satu abad. Sejak awal pergerakan merebut kemerdekaan, NU sudah terlibat. Perannya nyata dan berdampak pada membangun kebangsaan yang majemuk.

Sejarah telah membuktikan kesetiaan NU terhadap bangsa Indonesia, baik pada masa pra-kemerdekaan maupun pasca-kemerdekaan. Saat bangsa ini hendak dipecah-belah, mereka bergerak menggelorakan persatuan dan kesatuan. Bukan hanya wacana, bahkan  setia dengan sikapnya mendukung NKRI hingga akhir.

Lihatlah kesetiaan kader NU menjaga gereja dan tempat ibadah saat ada kelompok intoleran merongrong. Agama-agama merasa nyaman dan aman bersama NU. Sebab NU merupakan salah satu ormas yang mengumandangkan Islam adalah agama damai dan menjadi rahmat bagi  alam semesta.

NU selalu di garis terdepan menentang penyalahgunaan agama untuk menekan kelompok minoritas. Walau sebenarnya konstitusi tak mengenal mayoritas dan minoritas. Faktanya di lapangan, ada saja kelompok yang menganut paham radikal, menindas orang yang berbeda paham dengan mereka.

Saat Gus Dur, ulama kharismatik NU menjadi Presiden, ada banyak tembok yang diruntuhkannya. Misalnya, Imlek dijadikan hari libur, dan pengakuan negara terhadap agama Konghucu. Meski hanya memerintah dalam waktu singkat, kenangan atas Gus Dur masih melekat hingga sekarang.

Seringkali dilupakan, tapu faktanya Indonesia terdiri beragam agama dan etnis. Jadi tak ada yang berhak mengklaim hanya kelompok tertentu sebagai pemilik sah negeri ini. NU jelas sikapnya yang menyatakan Indonesia bukanlah negara agama, melainkan yang berdasarkan agama.

Kita berterima-kasih atas kesetiaan dan konsistensi NU mengawal NKRI. Diharapkan, sikap ini terus berlanjut hingga akhir. NU tak sendirian, ada banyak elemen bangsa yang satu paham dan memiliki sikap yang tegas terhadap NKRI.

Elemen bangsa yang masih meragukan NKRI dan Pancasila, jangan langsung dibasmi. Bisa jadi mereka dicekoki paham intoleransi dan radikal. Mereka perlu dirangkul dan dibina kembali, agar kembali ke 'jalan yang benar'. Indonesia merupakan rumah besar bagi agama-agama dan etnis yang beragam.

Mari mendukung NU agar tetap eksis dan konsisten dalam perjuangannya mengawal NKRI. Ajaklah mereka berdialog dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan keagamaan, serta sosial kemasyarakatan. Indonesia membutuhkan organisasi seperti NU agar makin banyak hadir untuk melawan tumbuhnya radikalisme di negeri ini. (**)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Gunung Anak Krakatau Erupsi 576 Kali Sehari
20 Penumpang Sudah Dievakuasi, 6 Tewas
KPAI Desak Usut Inisiator Karnaval Anak TK Bercadar dan Bersenjata
102 Ribu Napi Dapat Remisi 17 Agustus, 2.220 Orang Langsung Bebas
Mantan Sekjen PBB Kofi Annan Meninggal Dunia di Usia 80 Tahun
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU