Home  / 
Medsosmu Harimaumu
Sabtu, 26 Mei 2018 | 13:04:31
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Asman Abnur merilis Surat Edaran No. 137 Tahun 2018 tentang penyebarluasan informasi melalui media sosial bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Surat itu muncul di antaranya karena belakangan tak sedikit informasi palsu atau hoaks malah disebarkan oleh PNS dan aparatur sipil negara (ASN). Seperti yang dilakukan seorang dosen USU Medan, yang akhirnya harus diamankan untuk proses hukum selanjutnya.

PNS dan ASN merupakan abdi negara dan tak boleh berpolitik praktis. Politiknya adalah politik negara, artinya loyalitasnya bukan untuk penguasa, yang bisa berganti setiap lima tahun. Monoloyalitasnya hanya untuk kepentingan negara semata. Hanya banyak PNS tak bisa membedakan, mana kepentingan negara dan kepentingan penguasa.

Sebagai abdi negara, PNS harus mendukung suasana yang kondusif. Bukan malah menyebar kebohongan yang menyesatkan. Tugasnya harus meluruskan apa yang bengkok. Itu sebabnya, bisa dipahami mengapa Kemenpan RB mesti mengeluarkan panduan bagaimana bermedsos yang baik.

Sebab tak mungkin melarang PNS menggunakan medsos. Jika sempat ada larangan seperti itu, tak ubahnya dengan negara otoriter, yang mengekang rakyatnya. Tetap boleh bermedsos, hanya harus bijaksana. Boleh mengkritik atau berbeda pendapat, hanya mesti tetap santun dan tak boleh menjadi ujaran kebencian.

Dalam surat edaran Kemenpan RB tersebut, terdapat sedikitnya delapan hal yang harus diperhatikan oleh ASN dalam bermedia sosial. Pertama, ASN harus memegang teguh ideologi Pancasila serta mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta pemerintahan yang sah. Kedua, ASN harus memelihara dan menjunjung tinggi standar etika yang luhur, memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan integritas ASN. 

Ketiga, ASN juga harus menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara, memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain yang memerlukannya terkait kepentingan dinas. Keempat, ASN tidak boleh menyalahgunakan informasi intern negara untuk mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau orang lain. Kelima, ASN diharapkan menggunakan sarana media sosial secara bijaksana, serta diarahkan untuk mempererat persatuan dan kesatuan NKRI. 

Keenam, ASN harus memastikan bahwa informasi yang disebarluaskan jelas sumbernya, dapat dipastikan kebenarannya, dan tidak mengandung unsur kebohongan. Ketujuh, ASN tidak boleh membuat dan menyebarluaskan hoax, fitnah, provokasi, radikalisme, terorisme, dan pornografi melalui media sosial atau media lainnya.  Kedelapan, ASN tidak boleh memproduksi dan menyebarluaskan informasi yang memiliki muatan yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, ras, agama, dan antar golongan (SARA), melanggar kesusilaan, penghinaan dan/atau pencemaran nama baik, pemerasan dan/atau pengancaman. 

Meski begitu, tak ada sanksi yang tegas bagi yang melanggara surat edaran ini. Hanya disebut, akan diproses sesuai peraturan yang ada. Diharapkan, PNS mesti melaporkan akun medsos yang dimilikinya, sehingga bisa dipantau. Selain itu, mesti ada saluran menerima keluhan terhadap perilaku PNS, bukan hanya di medsos saja, tetapi juga di kehidupan sehari-hari.

Kita berharap tindakan tegas yang diberikan ke penyebar hoaks dan ujaran kebencian, bisa memberi efek jera terhadap warga lainnya, termasuk PNS. Meski surat edaran Kemenpan RB seolah hanya imbauan, ingat ada jerat hukum pidana yang menunggu. Ke depan, semua pihak, bukan hanya PNS saja, harus makin bijak menggunakan media sosial. Jika dulu mulutmu harimaumu, kini ditambah dengan "medsosmu harimaumu!"(**)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kepergok Mencuri, Seorang Pria Dimassa Warga di Pematangsiantar
Simpan Sabu di Tempat Beras, IRT Dituntut 1 Tahun Suaminya 7 Tahun di PN Simalungun
Polrestabes Medan Ringkus Pelaku Penggelapan di Tangerang
Jual Sabu Tanpa Hak Dituntut 10 Tahun di PN Simalungun
Memperkosa Gadis Tetangga, Suratman Divonis 6 Tahun Penjara
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU