Home  / 
Mendorong Swasta Membantu PTS
Jumat, 25 Mei 2018 | 09:36:37
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro meminta agar diberlakukannya moratorium izin perguruan tinggi. Sebab ada kecenderungan orang kaya di Indonesia bikin universitas dengan menggunakan namanya.  Apalagi saat ini. pertumbuhan orang kaya di Indonesia cukup besar. 

Dengan melimpahnya dana, tak ayal membuat mereka mencari penyaluran dana. Antara lain dengan cara membuat program pendidikan bahkan membuat perguruan tinggi. Sebenarnya, tidak masalah jika keluarganya memiliki komitmen kuat untuk meneruskan universitas tersebut.

Jika orang kaya tersebut sudah tua atau tidak bisa mengurus perguruan tinggi tersebut, maka kampus tersebut hanya bertahan saja. Salah satu caranya untuk bertahan hanya dengan mencari mahasiswa saja. Kepala Bappenas menyarankan lebih baik orang kaya di Tanah Air tidak berlomba-lomba bikin universitas melainkan menyumbang kepada kampus yang sudah ada, misalnya untuk pembangunan laboratorium.

Saat ini jumlah PTS mencapai 3.128 unit. Jumlah itu belum termasuk kampus swasta di bawah Kementerian Agama (Kemenag) yang mencapai 1.025 unit. Dalam catatan Kemenristekdikti, tidak kurang dari 1.000 kampus tidak layak beroperasi. Mereka itulah yang direncanakan akan dibina apabila tidak meningkatkan performa.

Rujukan Kemenristekdikti dalam mengurangi jumlah PTS tersebut adalah Permenristekdikti 100/2016 tentang Pendirian, Perubahan, Pembubaran PTN dan Pendirian, Perubahan, Pencabutan Izin PTS. Peraturan itu dikeluarkan pada 2016, tetapi baru efektif berlaku pada 2019. Kemenristekdikti sudah menilai jumlah perguruan tinggi swasta (PTS) saat ini terlalu banyak. 

Pada saat ini adalah bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Indonesia memiliki sekitar 4.500-an perguruan tinggi, namun jika dibandingkan perguruan tinggi di Tiongkok masih kalah saing. Jumlah universitas di Indonesia banyak, tapi belum tentu mampu bersaing dengan Tsinghua University misalnya.

Harvard University merupakan salah satu kampus terbaik di dunia ini menjadi peringkat pertama sebagai perguruan tinggi terkaya di dunia. Dana sumbangan yang diterima universitas bergengsi tersebut mencapai total 37 miliar dollar AS. Harvard menggunakan sekitar 5 persen dana sumbangannya untuk subsidi kampus setiap tahun. 

Ini sejalan dengan praktik yang dilakukan universitas-universitas lainnya. Secara tradisional, dana sumbangan memang digunakan untuk mendorong kualitas universitas. Di samping itu, dana sumbangan juga digunakan untuk subsidi bantuan finansial dan operasional akademik. Semakin kaya sebuah universitas, maka semakin banyak dana yang digunakan untuk beasiswa dan meningkatkan kualitas fakultas.

Kita berharap moratorium izin baru PTS tetap dilanjutkan. Lebih baik pemerintah fokus membina yang sudah ada agar kualitasnya meningkat. Jika ada orang kaya ingin membangun kampus, lebih didorong menyumbang kampus yang sudah ada. Sebagai bentuk penghargaan, namanya bisa diabadikan di gedung atau jalan di sekitar kampus tersebut. (**)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Anton Panggabean Usulkan Penambahan Honor Guru Gereja dan Imam Mesjid
Sabrina Ajak Seluruh Masyarakat Bersama Lestarikan Lingkungan Hidup
Hari Ini, 6 PJU dan 7 Kapolres Jajaran Poldasu Dilantik
Sejumlah Anggota DPRD Medan dan Staf Diperiksa BPK
Terimakasih Polisi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU