Home  / 
Daftar Nama Mubaligh Jangan Timbulkan Kegaduhan Baru
Rabu, 23 Mei 2018 | 11:10:36
Kementerian Agama (Kemenag) telah merilis daftar 200 penceramah. Publik terbelah, banyak yang mendukung, dan ada juga yang menolaknya. Kelompok yang tak setuju, hal itu dianggap bakal memicu kegaduhan dan kecurigaan. Sebab jika ada nama yang tak masuk ke daftar tersebut, bisa membuat marah orang-orang yang menyukainya.

Mubaligh yang masuk dalam rekomendasi Kemenag disebutkan harus memenuhi tiga kriteria. Pertama, mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni. Kedua, memiliki reputasi dan pengalaman yang baik. Ketiga, berkomitmen kebangsaan yang tinggi. Kemenag menyebutkan daftar 200 mubaligh yang telah dirilis sebelumnya hanya bersifat sementara.

Jumlahnya masih akan ditambah lagi sesuai dengan saran dari masyarakat ataupun ormas Islam. Jadi bisa saja ada daftar nama berikutnya, sehingga yang mubaligh kesayangannya belum masuk, jangan terus bereaksi negatif. Bisa saja akan dirilis dalam kesempatan berikut, sepanjang memenuhi syarat yang dibuat Kemenag.

Isu soal mubaligh sebenarnya merupakan ekses dari kasus terorisme yang masih ada di Indonesia, dengan adanya bom bunuh diri dan penyerangan. Ada analisis yang menyebutkan terorisme berkembang karena masih ada ceramah yang memprovokasi dan mengajarkan paham radikal. Di media sosial bahkan ramai dibicarakan adanya BUMN yang rutin mengundang pembicara yang masuk kategori sering memanas-manasi umat.

Sorotan ini berbuntut dibatalkannya jadwal beberapa pembicara. Masalah ini dikeluhkan ke medsos, sehingga makin memantik polemik. Kemenag memanfaatkan momentum ini untuk merilis nama-nama mubaligh. Meski tak disebut secara eksplisit, memang daftar nama itu menarik garis tegas, antara yang tak terdaftar dan terdaftar.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mencoba menjernihkan dengan menyebutkan daftar rekomendasi mubaligh yang dikeluarkan Kemenag untuk menjawab semua pertanyaan dari masyarakat. Sebab banyak yang menanyakan kepada Kemenag terkait mubaligh yang dapat berceramah, baik di mushola, masjid dan tempat pengajian lainnya. Karena banyaknya permintaan dan pertanyaan dari masyarakat, Kemenag meminta masukan kepada sejumlah ormas Islam, tokoh umat, dan ulama, yang akhirnya menghasilnya nama-nama tersebut.

Daftar 200 nama mubaligh atau penceramah yang dikeluarkan Kementerian Agama disebutkan tidak memiliki motif politik sama sekali. Nama para mubaligh dalam daftar tersebut hanya merupakan rekomendasi dalam rangka melayani pertanyaan masyarakat yang membutuhkan nama-nama mubaligh yang baik. Daftar mubaligh dibuat secara ilmiah sesuai daftar usulan yang masuk dari pengurus ormas keagamaan, masjid besar, dan lembaga lainnya. 

Jadi, jika ternyata ada mubaligh yang memiliki jutaan viewer di media sosial tetapi belum masuk ke dalam daftar, itu semata karena nama yang bersangkutan belum masuk ke dalam usulan. Daftar 200 mubaligh yang ada bukanlah hasil seleksi, akreditasi, atau bahkan standardisasi. Rekomendasi itu juga bukan dalam rangka memilah-milah penceramah.

Pemerintah sebaiknya mempertimbangkan dengan matang kebijakan merilis nama-nama tersebut. Sebab bisa saja ada yang tak masuk daftar, lalu akan 'dihakimi' memiliki pemahaman radikal, padahal sebenarnya tidak demikian. Kita setuju memberantas terorisme, hanya jangan lagi menimbulkan kegaduhan baru. Mesti dipikirkan cara lebih bijak menghambat pemahaman radikal, tanpa membuat kotak-kotak baru.(**)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Warga Kelurahan Lestari Desak Pemkab Asahan Normalisasi Parit PT BSP
17 TKI Diduga Ilegal Diamankan di Perairan Kuala Bagan Asahan
BPJS Kesehatan Cabang Sibolga Luncurkan Sistem Rujukan Online
Pelamaran CPNS Dipastikan Sesuai Aturan dan Tidak Ada Diskriminasi
Pahala Sitorus Minta Pemerintah Angkat Honorer K2 menjadi ASN P3K Tanpa Seleksi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU