Home  / 
Persiapan Memasuki Bulan Puasa
Rabu, 16 Mei 2018 | 12:38:57
Bulan puasa sudah di ambang pintu. Umat Islam di Indonesia sudah melakukan berbagai persiapan. Ada yang melakukan ziarah ke makam keluarga. Ada juga sudah 'punggahan' atau 'meugang', yang merupakan tradisi makan daging bersama. Di beberapa daerah, ada kebiasaan mandi ramai-ramai di sungai.

Meski umat Islam yang menunaikan ibadah puasa, semua orang Indonesia ikut menyambutnya. Sebab sedikit banyak akan berdampak dalam aktivitas keseharian. Sebagian rumah makan sebagian tutup dan kalaupun buka, tanpa diumbar-umbar.

Tradisi saling menghormati yang sudah terpelihara, membuat umat non-muslim ikut menahan diri. Orang-orang tak terlihat merokok dan makan-makan di tempat umum. Kantor-kantor mengurangi jam kerja untuk memberikan lebih banyak waktu bagi umat beribadah dan mempersiapkan buka puasa.

Saat bulan puasa, denyutan ekonomi juga ikut tergerakkan. Roda ekonomi bergulir, terutama bisnis kuliner. Pasar selalu ramai dengan kebutuhan selama puasa. Setiap sore, jajanan takjil sudah ada. Berbagai instansi dan komunitas masyarakat pun melakukan silaturahmi melalui acara berbuka puasa bersama. Warga yang menikmatinya bukan hanya umat muslim saja, tetapi lintas agama. 

Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus. Paling penting adalah mengendalikan hawa nafsu, termasuk amarah. Mari bersihkan hati dan jiwa pada bulan puasa yang penuh berkah ini, agar tetap bisa berpikir positif dalam menyikapi segala sesuatu. Jauh dari dengki dan iri hati.

Apalagi pada bulan puasa tahun ini, berketepatan dengan tahun politik. Hendaklah menyebar pesan perdamaian dan kebenaran. Jangan malah ikut-ikutan membagikan hoaks dan ujaran kebencian. Siapapun yang didukung, tak boleh memutus tali silaturahmi.

Para calon hendaknya menghormati bulan puasa. Berhenti berpikir hendak mengeksploitasinya karena ambisi politik. Sebaiknya kampanye diisi dengan kegiatan yang teduh dan dialogis. Konvoi dan pengerahan massa sebaiknya dibatasi.

Sama seperti tahun sebelumnya, diharapkan harga-harga berbagai komoditi tetap stabil. Pasokan harus tetap tersedia dengan cukup di pasar. Ruang gerak para spekulan mesti dikunci agar tak memanfaatkan momen puasa ini untuk menaikkan harga.

Bulan puasa juga momen tepat untuk berbagi bagi sesama yang kurang beruntung. Ayo bantu mereka yang berkekurangan. Kita mengucapkan selamat menjalani ibadah puasa bagi sesama anak bangsa yang menunaikannya. Bagi yang tak puasa, mari tunjukkan rasa hormat sebagai sesama umat beragama. (**)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Indonesia Tawarkan 6 Solusi Bantu Palestina Lewat KTT OKI
Singapura Siap Bantu Malaysia Selidiki Skandal Korupsi 1MDB
Anwar Ibrahim Tuntut Pemulihan Nama Baik soal Sodomi
Konsumsi Antibiotik Tingkatkan Risiko Batu Ginjal
Brokoli Sayur yang Wajib Dikonsumsi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU