Home  / 
Mungkinkah Medan Bebas Sampah 2020?
Selasa, 24 April 2018 | 11:36:15
Sabtu pekan lalu, bertepatan dengan Hari Bumi, diluncurkan Medan Zero Waste City 2020. Tidak tanggung-tanggung, pejabat selevel menteri hadir bersama Gubernur Sumut dan petinggi Pemko Medan. Ditargetkan pada tahun 2020, kota ini bakal bebas sampah.

Tahun 2020, tidak lama lagi, hanya dalam dua puluh bulan ke depan. Mungkinkah target tersebut tercapai, dengan kondisi saat ini? Jangan-jangan penetapan target tersebut dilakukan tanpa pertimbangan yang matang. Sebab di lapangan, masalah sampah sangat memusingkan warga.

Sampah masih berserakan di mana-mana. Bukan hanya di pinggiran kota saja, di inti kota masih tampak di beberapa titik. Bahkan, di beberapa lokasi seperti ringroad, Jl Gagak Hitam, Jl Sumarsono, dan pasar-pasar, sampah masih teronggok tak teratur. 

Pemko Medan baru saja melimpahkan penanganan sampah ke kecamatan. Apa alasannya, tidak penjelasan terbuka tentang hal itu. Sebab sebenarnya secara substansial tak memberi perbedaan siapa pengelola sampah. Poin utama adalah rendahnya kesadaran warga, disiplin petugas, dan minimnya fasilitas pendukung.

Kesadaran membuang sampah pada tempatnya memang masalah klasik. Lihatlah, masih ada tak malu dan takut melempar sampahnya ke sungai, dan meletakkan di tempat tak semestinya. Persoalan ini harus didekati dari dua cara, edukasi dan penegakan hukum. Harus ada sanksi yang tegas bagi pelaku pembuangan sampah sembarang.

Lalu soal minimnya infrastruktur, 'memaksa' warga membuang sampah sembarangan (TPS). Harusnya tempat pembuangan sampah sementara diperbanyak, dan diletakkan di lokasi tertentu. Lihatlah di Perumnas Simalingkar, bak besar TPS hanya satu, dekat pos polisi, akibatnya sampah meluber dan menyebar bau busuk. 

Disiplin dan manajemen petugas mesti menjadi perhatian. Sebab umumnya hanya bekerja di pagi hari. Akibatnya sampah yang ada sejak siang dan sore, menumpuk. Kadang, memang ada petugas bekerja membersihkan di sore hari, tetapi hanya di titik tertentu saja.

Target Medan bebas sampah pada 2020 bukan mustahil tercapai. Hanya, jika tak ada perubahan drastis dalam manajemen persampahan dan peningkatan kesadaran warga, maka itu hanya mimpi. Pemko Medan mesti menjadikan membuang sampah sebagai gerakan. Tak cukup seremonial dengan Jumat Bersih, tetapi menjadikan warga sebagai subjek, bukan objek.

Lomba bersih antar kecamatan, kelurahan, dan lingkungan sebaiknya digelar secara berkala. Infrastruktur kebersihan, seperti truk sampah, gerobak sampah, dan TPS harus diperbanyak. Begitu juga kesejahteraan penyapu jalan mesti diperhatikan. Jika semua komit, maka Medan bebas sampah pada 2020, pasti bisa tercapai. (**)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kopi Simalungun Tidak Kalah dengan Kopi Starbucks
LCA-International Mission Terinspirasi dengan HUT ke-73 Kemerdekaan RI
Oknum Polisi Bertugas di Simalungun yang Ditangkap Polres P Siantar Ditangani Polda Sumut
Peduli Pariwisata, PWI Siantar-Simalungun Berlayar di Danau Toba Parapat
Bupati dan Kajari Simalungun: NKRI Harga Mati
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU