Home  / 
Jaminan Tersedianya Makanan yang Aman Dikonsumsi
Minggu, 15 April 2018 | 14:40:28
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan 27 merek ikan makarel kalengan terindikasi mengandung cacing parasit. Enam belas merek produk impor dan sebelas merek produk dalam negeri. Hal ini diketahui setelah pemeriksaan terhadap 541 sampel ikan dalam kemasan kaleng dari 66 merek.

Produk dalam negeri yang mengandung cacing parasit ternyata bahan bakunya dari luar. Importir dan produsen telah diperintahkan untuk menarik produk dari peredaran. Produk yang mengandung parasit harus dimusnahkan. Keenambelas merek yang berasal dari luar, telah dihentikan impornya.

Akibat temuan ini, pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Pengalengan Ikan Indonesia (APIKI) pengalengan ikan merugi mengaku menderita kerugian miliaran. Kebijakan untuk menarik seluruh produk ikan kaleng yang ada di ritel-ritel di negeri ini ternyata memukul bisnis pabrik pengalengan ikan. Mereka terpaksa memulangkan ribuan buruh pabrik pengalengan ikan yang ada di Pulau Jawa dan Bali.

Benarkah makanan kaleng mengandung cacing ini berbahaya bagi kesehatan manusia? Hingga kini belum ada laporan keracunan atau sakit karena mengonsumsinya. Opini publik yang menyebutkan ada cacing di ikan makarel kalengan terlebih dahulu memengaruhi pilihan warga untuk makan. Orang sudah terlanjur terpengaruh, tidak mau lagi membelinya.

Guru Besar Parasitologi FKUI Saleha Sungkar menyebutkan dari sisi kesehatan, cacing parasit dalam produk ikan kalengan yang terlanjur termakan manusia sebenarnya tidak berbahaya. Sebab produk tersebut sudah menjalani proses pembekuan dan pemanasan sehingga membuat cacing mati. Masyarakat tidak perlu panik apalagi takut mengonsumsi produk ikan kalengan. Meski begitu, produsen harus tetap mencegah agar cacing tidak terbawa dalam bahan baku ikan olahan.

Temuan cacing pada ikan makarel merupakan siklus alamiah rantai makanan. Cacing tersebut merupakan makanan utama bagi ikan-ikan kecil dan cumi-cumi. Jadi, wajar ditemukan dalam ikan makarel, dan tidak hilang saat proses produksi menjadi makanan kaleng.

BPOM telah bertekad untuk memperkuat pengawasan rantai produksi ikan. Sejak penangkapan, penanganan bahan baku, hingga produk jadi. Kementerian Kelautan dan Perikanan secara terpisah telah memberikan notifikasi kepada pemerintah Tiongkok terkait bahan baku ikan yang mengandung parasit cacing. Sebab bahan baku produksi ikan makarel kalengan dalam negeri, ternyata dari negeri tirai bambu tersebut.

Sesuai UU No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, ada beberapa hak konsumen, antara lain hak atas keamanan, kenyamanan, dan keselamatan dalam mengonsumsi. Artinya, produksen berkewajiban memastikan makanan yang diproduksi dan diperjualbelikannya aman dikonsumsi. Pemerintah sebagai regulator harus mengawasi demi memastikan makanam tersebut aman dikonsumsi.

Kita berharap ke depan, BPOM lebih serius dalam menjalankan tugas pengawasan. Izin yang sudah diterbitkan harus senantiasa dievaluasi secara berkala. Jika ada temuan, harus dengan cepat diinformasikan, sebelum ada konsumen yang menjadi korban. (**)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pemerintah Turki Akhiri Keadaan Darurat
Mengenal Deretan Presiden yang Rela Gajinya Dipangkas
Rusia Klaim Ciptakan Teknologi yang Bisa Bikin Tentara Menghilang
Demi Ritual Ilmu Hitam, Tiga Kakak Beradik Mutilasi Ibu Kandung
Trump Sebut Tidak Ada Batasan Waktu untuk Denuklirisasi Korea Utara
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU