Home  / 
Panggung Bagi Lagu Anak Indonesia
Minggu, 25 Februari 2018 | 10:57:37
Lagu anak-anak makin langka di Indonesia. Meski ajang pencarian bakat bagi anak sering muncul di televisi, mereka malah menyanyikan lagu orang dewasa.
Gairah memunculkan lagu anak-anak makin redup, baik pencipta maupun penyanyinya.

Pada era 1990-an, lagu anak masih eksis. Saat itu ada beberapa penyanyi yang memang masih anak-anak, seperti Trio Kwek-Kwek, Enno Lerian, Joshua Suherman, Bondan Prakoso, Saskia & Geofanny, Melisa, Agnes Monica, Maissy, Chikita Meidy, Cindy Cenora, Tina Toon, Tasya, dan Sherina. Lagu mereka sering muncul di televisi dan diperdengarkan di radio.

Lagu-lagunya sesuai dengan umur mereka. Biasanya, lagu-lagu itu berlirik sederhana dan mengajarkan pesan moral. Anak-anak dengan mudah bisa menghafal dan menyanyikannya. Sebab nadanya tak rumit dan mudah diikuti.

Kini, anak-anak malah menyanyikan lagu cinta-cintaan untuk orang dewasa. Bahkan, sempat ada video lagu Lelaki Kardus yang menampilkan anak perempuan membawakan lagu tentang kegagalan rumah tangga. Tentu saja ini meracuni mental anak-anak, menjadi dewasa sebelum waktunya.

Bisa dibayangkan dampaknya bagi mereka. Sebab apa yang sering dinyanyikan akan memengaruhi apa yang dipikirkan. Lalu akan berdampak ke perilaku. Jika mayoritas generasi muda rusak, dipastikan masa depan bangsa ini bakal suram.

Padahal jika dimanfaatkan, lagu merupakan sarana yang sangat efektif menanamkan nilai-nilai luhur terhadap anak. Bagaimana bersikap sopan ke orangtua, bekerja keras, memiliki impian, belajar, menghargai waktu dan lain-lain. Penelitian menunjukkan apa yang dipelajari dan dibiasakan sejak anak-anak akan terus melekat hingga dewasa.

Perlu terobosan untuk mengangkat kembali lagu anak-anak. Harus diakui, saat ini sudah langka pencipta lagu anak yang berkualitas. Kita pernah memiliki Ibu Soed dan Papa T Bob yang sangat produktif. Lagu ciptaan mereka masih abadi dan dinyanyikan hingga sekarang.

Jadi sudah perlu digagas kegiatan untuk menumbuhkan semangat dan gairah komponis Indonesia menciptakan lagu anak. Mereka harus diberi insentif agar lebih banyak lagi lagu anak-anak. Bila perlu buat lomba cipta lagu anak, bukan sekadar even biasa, tetapi memang serius dan konsisten.

Begitu juga penyanyi anak-anak mesti didukung dan diberi panggung. KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) seharusnya melarang penampilan anak-anak di televisi menyanyikan lagu yang tak sesuai dengan usianya. Saatnya lagu anak-anak kembali ke panggung Indonesia.(**)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Tim SAR Temukan 2 Titik Objek di Kedalaman 490 Meter Danau Toba
Kabar Terbaru: Posisi KM Sinar Bangun Berhasil Diidentifikasi
Pemerkosa Turis Prancis di Labuan Bajo Terancam 12 Tahun Penjara
Golok Menancap di Dada, Dadan Tewas Diduga Dibunuh
Saat Silaturahmi, Pencuri di Rumah Kosong Dibekuk
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU