Home  / 
Meningkatkan Partisipasi Pilkada
Sabtu, 24 Februari 2018 | 13:18:56
Partisipasi pemilih merupakan poin penting dalam Pemilu, seperti Pilkada Serentak 2018 ini. Ujung dari kerja keras KPU dalam melaksanakan Pilkada adalah seberapa banyak warga yang datang ke tempat pemungutan suara (TPS), dan menggunakan haknya secara benar. Sayangnya banyak kandidat lalai dalam hal ini, dan baru ribut setelah kalah dalam konstestasi.

Konstitusi menjamin partisipasi politik warga negara. UUD 1945 pasal 28 menyebutkan "Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang". Penjabarannya ada dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005 tentang Konvensi Internasional Tentang Hak-Hak Sipil dan Politik. Ditegaskan jaminan hak-hak sipil dan politik, dan poin-poin hak yang harus dilindungi negara antara lain, mengenai hak berpendapat, hak berserikat, hak memilih dan dipilih, hak sama di hadapan hukum dan pemerintahan, dan hak mendapatkan keadilan.

Ada beberapa sebab pemilih tidak datang ke TPS. Pertama, mereka memang tidak terdaftar sebagai pemilih. Bisa saja karena kelalaian petugas pendataan, namun, bisa saja ada unsur kesengajaan mengebiri hak seseorang untuk memilih. Kedua, warga tidak tahu ada pemilihan. Lalu yang terakhir, memang sengaja tidak menggunakan haknya, atau yang sering disebut golongan putih (Golput).

Dengan membaiknya sistem Pemilu, tingkat kesalahan pendataan sudah semakin minim. Warga tidak lagi hanya bersifat pasif, mereka bisa mendatangi petugas untuk mendaftarkan dirinya. Bahkan jika undangan tak ada, masih memilih, asal namanya ada di daftar pemilih tetap (DPT). Belakangan, asal ada KTP pun masih dilayani menggunakan hak suaranya, dengan ketentuan khusus.

Bagian tersulit adalah mengubah orang yang sengaja menjadi Golput. Umumnya mereka adalah kaum intelektual, dan sebenarnya melek politik. Hanya mereka kecewa dan tidak percaya dengan sistem politik yang ada serta para politisi yang di dalamnya. Saat ada pemimpin yang kompeten dan berintegritas, jenis Golput ini biasanya akan berkurang.

Kemendagri mencatat partisipasi masyarakat dalam pelaksanaaan Pilkada tercatat terus meningkat. Pada 2015 lalu, tingkat partisipasi masyarakat tercatat sebanyak 65 persen. Sementara itu, pada 2017, partisipasi masyarakat di Pilkada serentak naik menjadi 74 persen. Tak terlalu muluk-muluk, tahun 2018 ini ditargetkan bisa mencapai 78 persen. Untuk mewujudkannya tentu bukan hal yang mudah.

Mengacu kepada daftar penduduk potensial pemilih Pemilu (DP4), ada 160.756.143 pemilih dalam Pilkada Serentak 2018. Besaran pemilih itu setara dengan 85 persen dari prediksi jumlah pemilih dalam Pemilu 2019 mendatang. Jika target 78 persen, maka diharapkan setidaknya sebanyak 125.389.792 pemilih yang menggunakan hak pilihnya secara sadar di TPS.

Pihak yang paling berkepentingan sebenarnya adalah calon dan partai yang mengusungnya. Mereka harus memastikan pendukungnya masuk dalam DPT, dan menerima undangan memilih pada hari H. KPU, Bawaslu dan pemerintah mesti aktif mendorong warga menggunakan haknya. Sebaiknya dibangun kesadaran, bahwa ada andil orang yang tak memilih dengan duduknya orang-orang tak kompeten di pemerintahan.

Kita berharap partisipasi masyarakat dalam Pilkada Serentak 2018 bisa meningkat secara signifikan. Perlu kerja keras dari semua pihak. Para calon kepala daerah harus meyakinkan publik bahwa mereka memang layak untuk dipilih. Apalagi apa yang terjadi di Pilkada tahun ini, pasti akan berpengaruh dengan penyelenggaraan Pemilu 2019. (**)



Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Korban Kebakaran di Pusat Kota Doloksanggul Sampaikan Terimakasih atas Sumbangan Para Relawan
BKS Perempuan GKPI Wilayah II Serahkan Bantun dan Bakti Sosial di Tomok dan Ambarita
DPRD Tobasa Tetapkan PAPBD Tobasa Tahun Anggaran 2018 dan 6 Perda
Diminta Ungkap Mafia Pupuk Subsidi di Nias Barat, Kapolres: Anggota Sudah Bergerak
Gebyar PAUD 2018 Tapanuli Utara Diwarnai Berbagai Lomba
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU