Home  / 
Gunung Sinabung Belum Berhenti Erupsi
Rabu, 21 Februari 2018 | 13:49:01
Kemarin, Gunung Sinabung kembali erupsi dengan ketinggian lima kilometer. Debunya terbang hingga ke Kabupaten Dairi dan Aceh Tenggara. Hal ini menambah kekhawatiran warga sekitar, yang masih trauma dengan letusan gunung berapi tersebut. Mereka masih akan terancam untuk waktu yang belum diketahui.

Tahun lalu, pakar Gunung Berapi Surono dalam wawancara di televisi sudah memrediksi erupsi masih akan berlanjut beberapa tahun lagi. Masih berlanjutnya muntahan dari Gunung Sinabung, mengindikasikan 'stok' lava dan magma di perutnya masih melimpah. Belum lagi ancaman gempa masih bisa terjadi, baik skala kecil maupun besar.

Warga harus tetap waspada dan membuka telinga terhadap informasi terbaru. Biasanya ada peringatan akan ada luncuran awan panas atau banjir lahar dingin. Jadi bisa diantisipasi agar dampaknya minimal. Misalnya, bagi petani yang bercocok tanam, agar menjaga jarak ke Gunung Sinabung.

Rambu dan larangan mesti jadi panduan, jika ingin selamat. Sikap anggap remeh bisa jadi menjadi awal dari bencana bagi diri sendiri. Kepatuhan terhadap instruksi pemerintah setempat akan menghindarkan warga dari maut. Terutama zona merah harus dijauhi, penempatan aparat di sana sebaiknya dipertahankan.

Erupsi berkelanjutan juga menjadi sinyal bagi pemerintah, untuk selalu menyediakan anggaran bagi warga di sekitar Gunung Sinabung. Rehabilitasi tetap dilanjutkan, sembari menyiapkan dana tanggap darurat dalam jumlah yang memadai. Gunanya, agar jika sesewaktu terjadi letusan yang menimbulkan bencana, ada dana yang siap digunakan menangani situasi darurat.

Kesiagaan aparat harus tetap tinggi, sebab bencana datang tak terduga. Paling utama, adalah bagaimana menyiapkan warga dengan segala kemungkinan yang ada. Pelatihan tanggap bencana sebaiknya dilakukan berkelanjutan, dan menjangkau semua warga sekitar Gunung Sinabung. Jadi ada persepsi dan reaksi yang sama, manakala ada erupsi yang lebih besar.

Sistem informasi di antara lembaga pemerintah sudah lumayan bagus. Perkembangan terbaru bisa dengan mudah dicek melalui website. Bahkan, ada komunikasi melalui WhatsApps dan pesan singkat. Namun, bagaimana dengan masyarakat? Apakah komunikasi dengan mereka selalu terjalin dengan baik?

Komunikasi harus menyentuh mereka secara cepat tentang perkembangan. Pemetaan warga mesti dilakukan, misalnya di satu kawasan, siapa pemuka yang bisa dengan cepat menyampaikan informasi. Jadi, dalam hitungan menit, aba-aba dari pemerintah bisa diterima warga, sehingga korban yang lebih besar bisa dicegah, saat bencana datang.

Kita prihatin dengan bencana erupsi ini. Tak ada pilihan bagi warga selain memersiapkan diri sebaik mungkin dengan segala kemungkinan yang ada. Solidaritas yang selama ini terbangun dengan baik, diharapkan bisa berlanjut terus. Warga di sana masih memerlukan bantuan, bukan hanya material saja, tetapi juga dukungan moral. (**)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
FKPD Gelar Aksi Penyalaan 1000 Lilin di Pelabuhan Simanindo
Polres Samosir Rekonstruksi Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Pelabuhan Simanindo
Dua Tahun Memimpin, Visi Misi Bupati Ingati Nazara Tercapai 55 %
Nikson Nababan Imbau Masyarakat Ciptakan Situasi Kondusif
Pemkot Gunungsitoli Bangun Tugu Durian
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU