Home  / 
Siapa pun Bisa Kena Narkoba
Senin, 19 Februari 2018 | 13:22:42
Beberapa hari ini media massa diramaikan pemberitaan artis terkenal yang terjerat kasus Narkoba. Bukan hanya satu orang saja, tetapi sekaligus beberapa orang. Fenomena seperti ini sudah sering terjadi, dan selalu menarik perhatian publik.

Berita tersebut menjadi viral di media sosial. Komentar miring mengalir deras. Ada yang menyebutnya sebagai karma. Seolah keluarga orang yang terkena Narkoba merupakan pendosa besar. Benarkah Narkoba hanya mengincar orang dari kalangan tertentu saja?

Mari simak data Badan Narkoba Nasional (BNN). Sepanjang tahun 2017, BNN telah mengungkap 46.537 kasus Narkoba di seluruh wilayah Indonesia dan 27 TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang). Atas pengungkapan kasus tersebut, BNN menangkap 58.365 tersangka, 34 tersangka TPPU dan 79 tersangka yang mencoba melawan petugas ditembak mati.

Lalu, sepanjang tahun 2017, BNN menyita ratusan ton barang bukti dari tangan pelaku yang diketahui sebagai bandar hingga sindikat markoba yang berada di Indonesia. Barang tersebut berupa 4,71 ton sabu-sabu, 151,22 ton ganja, dan 2.940.748 butir pil ekstasi dan 627,84 kilogram ekstasi cair. Ikut disita terkait kejahatan tersebut berupa kendaraan bermotor, properti, tanah, perhiasan, uang tunai dan uang dalam rekening dengan jumlahnya mencapai Rp105 miliar.

Selain itu, BNN telah mengidentifikasi sebanyak 68 jenis Narkoba baru yang telah masuk dan beredar luas di Indonesia. Di antaranya,  60 jenis yang sudah memiliki ketetapan hukum terkait penyalahgunaan Narkoba. Sisanya masih dalam proses, karena jenis baru. Tentu jenis Narkoba terus berubah untuk mengelabui petugas dan juga karena perkembangan zaman.

Dari data di atas, itu masih yang berhasil diungkap pada 2017. Memasuki 2018 ini, hampir setiap hari ada saja kasus baru, baik kecil, maupun besar. Itu mengindikasikan negeri ini sudah dikepung Narkoba. Begitu lengah, berton-ton Narkoba diselundupkan ke Indonesia.

Dengan kondisi tersebut, siapa saja bisa kena tak peduli kaya, miskin, pekerja, pengangguran, atau berpendidikan dan tak sekolah. Obat terlarang ini tak kenal ampun melibas anak-anak, remaja, pemuda, dan orangtua. Siapa yang lengah dan mudah tergoda, berpotensi menjadi pecandu.

Jadi, penindakan bukan satu-satunya cara yang efektif untuk melawan Narkoba. Pencegahan harus diperkuat, hingga ke level individu. Bagaimana membuat seseorang memiliki kemampuan menolak tawaran Narkoba. Hal ini tak mudah, bukan hanya soal agama saja, tetapi menjadikan keluarga sebagai benteng yang kuat.

Berhentilah merundung orang-orang yang terkena Narkoba. Jangan kaitkan dengan latar belakang keluarga atau menyebutnya sebagai karma. Mereka adalah korban yang perlu diselamatkan. Musuh kita adalah para pengedar dan sindikatnya. (**)



Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Tim SAR Temukan 2 Titik Objek di Kedalaman 490 Meter Danau Toba
Kabar Terbaru: Posisi KM Sinar Bangun Berhasil Diidentifikasi
Pemerkosa Turis Prancis di Labuan Bajo Terancam 12 Tahun Penjara
Golok Menancap di Dada, Dadan Tewas Diduga Dibunuh
Saat Silaturahmi, Pencuri di Rumah Kosong Dibekuk
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU