Home  / 
Pemimpin Berjiwa Besar
Selasa, 9 Januari 2018 | 13:38:34
Para pemimpin banyak ditempa oleh berbagai kesulitan. Bagaimana dia bersikap saat dirinya diperlakukan tidak adil. Tetap tersenyum dan terus melangkah, ketika dijegal dan dianiaya. Memilih mengalah demi kepentingan yang lebih besar, meski dia sendiri diabaikan dan tak diperhitungkan.

Saat ini mungkin harus minggir. Namun sejarah akan mencatat yang takkan bisa dihapus siapapun. Orang bisa saja melupakannya sekarang. Di masa depan akan diingat bagaimana dia melewati masa sulit dan tetap bertahan, bahkan bangkit kembali.

Masa sulit itu sedang dialami beberapa orang yang gagal maju sebagai calon kepala daerah. Bukan tak berusaha dan berjuang, semua cara yang biasa dilakukan politisi, mungkin sudah dilakukan. Mulai dari pendekatan, lobi dan metode-metode konvensional lainnya.

Namun, keputusan ada di tangan partai atau gabungan Parpol. Untuk yang bisa mencalonkan sendiri, hanya internal partai yang bersangkutan yang menentukan. Jika harus koalisi, banyak hal yang menjadi pertimbangan. Segala hal bisa berubah bahkan dalam detik-detik terakhir.

Kepastian baru bisa didapat setelah KPU mengumumkan calon kepala daerah. Masih ada yang belum bisa lupa, pernah di Sumut ada calon yang percaya diri datang ke KPU, ternyata orang lain yang diusung partainya. Padahal dia merupakan ketua partai yang bersangkutan, dan secara sepihak dinonaktifkan.

Saat itu terjadi, beberapa pilihan ada di hadapan calon yang gagal mendaftar. Bisa saja menggugat karena sebelumnya sudah digadang-gadang, bahkan dideklarasikan. Bahkan, sebenarnya, jika mau, menggerakkan massa pendukungnya untuk protes. Sebab simpatisan yang kecewa sangat mudah tersulut emosinya.

Namun, hingga kini, hal itu tak terjadi di Sumut. Walau bisa saja terjadi di masa mendatang. Paling tidak, ini gambaran kedewasaan bagi politisi yang belum mendapat kesempatan menjadi calon. Ke depan, orang-orang yang berjiwa besar seperti itulah yang layak diberi peluang lagi memimpin negeri ini.
Meski begitu, semua pihak tak boleh lengah. Aparat keamanan tak boleh melonggarkan kewaspadaannya. Deteksi ini sangat penting untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tak diinginkan.

Untuk itu, calon yang mendapat perahu, jangan terlalu jumawa. Ingatkan para pendukung jangan larut dalam euforia. Lolos menjadi calon, masih awal. Perjuangan masih panjang, jadi terlalu dini untuk dirayakan. Negeri ini butuh pemimpin berjiwa besar, yang siap minggir, jika situasi menginginkan demikian. (**)



Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Paman 63 Tahun Tega Menghamili Keponakan yang Baru 15 Tahun
Anak di Bawah Umur Dilaporkan Ayah Tiri Bawa Lari Motornya
Pencuri Kotak Amal Rumah Makan di Tangerang Ditembak Mati
Diduga Lakukan Pelecehan, 13 Remaja Diamankan Saat CFD
Tak Terima Ditegur Gegara Gas Motor, 2 Pemuda Tikam Warga
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU