Home  / 
Pariaman Pakpahan: Berjuang Hingga Akhir
Sabtu, 6 Januari 2018 | 11:47:28
Sejak kemarin Keluarga Besar Harian Sinar Indonesia Baru (SIB) berduka. Seorang wartawan senior yang telah lama mengabdi di Pematangsiantar telah wafat.
Hingga akhir hidupnya di usia ke 76, dia tak pernah berhenti berkarya sebagai wartawan.

Kurang lebih 51 tahun, Pariaman Pakpahan berkarier sebagai wartawan. Dia belajar menulis berita secara otodidak. Setelah bergabung dengan Harian SIB, karyanya sangat khas. Sebab umumnya menulis tentang gereja, pendeta, dan pelayanan. Walau tema-tema tulisan lain tetap ada, seperti politik dan olahraga.

Melihat kegigihannya, Pak GM Panggabean, pendiri SIB, memercayakannya menjadi Kepala Biro (dalam perjalanan waktu menjadi Koordinator Daerah/Korda) di Pematangsiantar selama beberapa periode. Wilayah yang dipimpinnya bukan hanya Siantar Simalungun, tetapi meluas hingga ke daerah-daerah di Sumatera Timur.

Meski sudah menjadi 'komandan' wartawan di Siantar dan senior, Pariaman Pakpahan tetap semangat meliput ke lapangan. Gaya dan metodenya sangat khas, sehingga siapapun narasumbernya sulit melupakannya. Dia akan menulis hasil wawancara kata per kata di kertasnya, lalu meminta narasumber membubuhkan tanda tangan.

Saat era digital tiba, Pariaman Pakpahan masih setia dengan kamera manualnya. Selalu percaya diri mengambil foto di setiap acara. Tampak keprofesionalan dan totalitasnya dalam bekerja.

Loyalitasnya buat SIB dan profesinya tak diragukan lagi. Pariaman Pakpahan pernah duduk menjadi anggota dewan. Namun, tetap kembali ke dunia wartawan. 
Saat sudah tua, banyak menganjurkannya agar pensiun saja, dia menolak dan justru mengatakan dengan menulis, dirinya tetap sehat.

Tatkala masih hidup, Pariaman Pakpahan menegaskan dirinya tetap bersemangat dan loyal bekerja sebagai wartawan karena terinspirasi dan termotivasi Bapak DR GM Panggabean. Baginya, Pak GM adalah seorang maestro wartawan, Sang Guru Besar-nya dalam dunia jurnalistik. Apalagi 'Katua', demikian Pakpahan menyebut Pak GM, bekerja hingga akhir, dia ingin mengikuti jejaknya.

Kini keinginannya itu telah terwujud. Hingga Tuhan memanggilnya, Pariaman Pakpahan tak pernah pensiun sebagai wartawan. Karyanya akan tetap dikenang dalam jejak sejarah. Sosoknya menjadi inspirasi bagi wartawan muda.

Selamat jalan Pariaman Pakpahan, tenanglah dalam keabadian. Mari yang masih muda-muda yang telah memutuskan berkarier sebagai wartawan, penuhilah panggilanmu dengan tulus. Jadilah wartawan yang profesional, mengembangkan misi Indonesia Baru untuk Demokrasi, Persatuan dan Pembangunan.(**)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Wadan Lantamal I Resmikan Monumen Naga Samudera
Stok Beras di Gudang Bulog Sumut 100.000 Ton
Penguatan Usaha Koperasi Harus Melalui Perbaikan Administrasi dan SDM
Joshua Pertahankan Sabuk Juara Kelas Berat
Pliskova Kalahkan Osaka di Final Pan Pacific Terbuka
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU