Hotel Tapian Nauli
Home  / 
Tingkatkan Kualitas dan Kesejahteraan Guru PAUD
Selasa, 21 November 2017 | 10:54:28
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peranan penting untuk masa depan. Karena ketika usia dini, otak berkembang sangat pesat hingga 80 persen. Anak akan menerima dan menyerap informasi dari lingkungan sekitarnya, tanpa mengetahui baik dan buruk. Pada rentang waktu usia tersebut, terjadi perkembangan mental, fisik, dan spiritual pada anak secara cepat.

Berdasarkan hasil penelitian, sekitar 50 persen kapabilitas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak berumur 4 tahun. Sebanyak 80 persen telah terjadi perkembangan yang pesat tentang jaringan otak ketika anak berumur 8 tahun dan mencapai puncaknya ketika anak berumur 18 tahun. Setelah itu walaupun dilakukan perbaikan nutrisi tidak akan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif.

Hal ini berarti bahwa perkembangan yang terjadi dalam kurun waktu 4 tahun pertama sama besarnya dengan perkembangan yang terjadi pada kurun waktu 14 tahun berikutnya. Jadi, pada periode ini merupakan titik kritis bagi anak. Perkembangan yang diperoleh pada periode ini sangat berpengaruh terhadap tahapan berikutnya hingga masa dewasa. Sementara masa emas ini hanya datang sekali, sehingga apabila terlewatkan berarti habislah peluangnya.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengklaim, keikutsertaan anak-anak pada program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) meningkat pesat di tingkat Asia dan dunia. Estimasi presentase anak-anak berusia 3 hingga 6 tahun pada layanan PAUD di Indonesia sudah mencapai lebih 72,35 persen.Masyarakat lokal di lebih dari 57.526 desa telah mendapatkan layanan PAUD.

Sekitar 34,84 persen atau 6,5 juta dari 23.737 desa memang masih belum mendapat layanan PAUD. Peningkatkan kualitas dan perkembangan PAUD telah masuk dalam agenda Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) melalui Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDG). Karena itu, dalam pelaksanaan pencapaian tersebut, pemerintah memandang perlu adanya penyelerasan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP-N) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM-N).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy berjanji akan meningkatkan anggaran bantuan operasional pendidikan anak usia dini (BOP) sesuai instruksi Presiden Joko Widodo. Kenaikan anggaran menjadi bentuk keseriusan pemerintah memperhatikan anak usia dini di Indonesia. Alokasinya Rp3,5 triliun setahun dan tahun depan sesuai persetujuan Presiden untuk PAUD naik menjadi Rp4 triliun.

Pemerintah daerah diharapkan ikut memberikan anggaran lebih besar untuk PAUD, khususnya memberi tunjangan bagi guru. Sebaiknya ada insentif guru PAUD sehingga berdampak meningkatkan kesejahteraan guru. Saat ini baru ada 50 kabupaten/kota yang mengalokasikan anggaran pendidikannya untuk PAUD, termasuk memberikan tunjangan guru PAUD.

Kemendikbud telah menggandeng dua perguruan tinggi dalam bidang pendidikan anak usia dini (PAUD). Masing-masing perguruan tinggi itu adalah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam bidang pendidikan keluarga. Nota kesepahaman sudah ditandatangani untuk mengembangkan pendidikan anak usia dini dan pendidikan keluarga.

Perhatian terhadap PAUD jangan hanya musiman saja. Kurikulumnya harus diperhatikan, agar jangan membebani anak-anak. Kualitas dan kesejahteraan gurunya harus diutamakan, jika menginginkan mereka bekerja sepenuh hati serta hasilnya maksimal menghasilkan anak generasi emas.(**)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Drainase Nagori Pinang Ratus Butuh Pengerukan
Jalan Nasional Jurusan Medan-Kuta Cane Berlubang dan Rawan Kecelakaan
Dianggap Melanggar Perjanjian, Warga Perdagangan Akan Lakukan Demo Tangkahan Pasir
Ketua DPRD Hadiri Peringatan Hari Jadi Desa Sukamulia Secanggang
Pemkab Karo Sosialisasi Tata Cara Pemberian Tambahan Penghasilan PNS
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU