Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Keluarga Sehat, Negara Kuat
Minggu, 12 November 2017 | 14:45:06
Hari ini, tepatnya tanggal 12 November, Indonesia memeringati Hari Kesehatan Nasional (HKN). Tema yang diangkat adalah ''Sehat Keluargaku Sehat Indonesiaku''. Ini sejalan dengan Program Indonesia Sehat melalui pendekatan keluarga.

Salah satu komponen terpenting dalam pencegahan penyakit adalah perilaku keluarga memiliki dampak yang besar dalam pembentukan perilaku individu. Faktor lain dipengaruhi kualitas lingkungan serta sarana dan prasarana pelayanan kesehatan. Keluarga merupakan pengalaman pertama bagi anak-anak, pendidikan di lingkungan keluarga dapat menjamin kehidupan emosional anak untuk tumbuh dan berkembang.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus berupaya untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat khususnya di lingkungan keluarga. Program lain yang didorong adalah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Lintas sektor dan lintas program dilibatkan dalam mewujudkan masyarakat untuk berperilaku hidup sehat, yang pada akhirnya dapat membentuk bangsa Indonesia yang kuat.

Kemenkes sedang melakukan pendataan kondisi kesehatan keluarga tahun 2017. Ribuan Puskesmas dikerahkan melakukan analisis, apakah penduduk sehat, pra sehat atau tidak sehat. Hasilnya, hanya 20 persen penduduk yang menunjukkan kondisi sehat. Sisanya 80 persen menunjukkan kondisi pra sehat dan tidak sehat.

Untuk itu agar keluarga yang tidak sehat dan pra sehat menjadi keluarga sehat, maka Puskesmas harus melakukan intervensi. Bentuk intervensi yang dilakukan yaitu kunjungan ke rumah seperti ketok pintu.  Kondisi penduduk harus dipastikan dengan kunjungan rumah.  Pasalnya tidak semua keluarga memiliki kesadaran untuk berobat. Sebagian besar setelah parah baru pergi ke Puskesmas. Padahal sesuai klaim BPJS Kesehatan, sudah 80 persen warga Indonesia memiliki kepesertaan JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat). Artinya, biaya sebenarnya tak masalah lagi, sebab semua sudah gratis.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek telah komit memerkuat Puskesmas sebagai penjaga supaya masyarakat tetap sehat. Sebab penguatan Puskesmas dibutuhkan sebagai penjaga masyarakat agar tetap sehat atau yang sakit menjadi sehat. Ke depan pembangunan Puskesmas utamanya di daerah terpencil perbatasan kepulauan (DTPK) menjadi sangat penting. Anggaran pembangunan yang disediakan hingga senilai Rp 13 miliar per Puskesmas.
Kesadaran mencegah penyakit perlu terus dikampanyekan. Banyak penyakit justru karena gaya hidup yang tak sehat. Selain itu, ketidakpedulian terhadap lingkungan masih sangat tinggi, misal dibiarkan kotor, sangat memengaruhi kesehatan warga di sana.

Keluarga merupakan unit terkecil untuk membentuk negara. Jika menginginkan Indonesia kuat dan sehat, maka keluarga mesti menjadi perhatian. Tema HKN tahun ini patut diapreasiasi yang menjadi keluarga sebagai fokus pelayanan. Kita berharap bukan hanya seremoni saja, tetapi benar-benar menyentuh keluarga, terutama yang tinggal di pedesaan yang jauh dari jangkauan fasilitas kesehatan. Selamat Hari Kesehatan Nasional! (**)



Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Menpar Tinjau Kesiapan Bandara Internasional Silangit
Takut Ditangkap, Taipan Arab Saudi Pindahkan Harta ke Luar Negeri
Presiden Jokowi Belum Putuskan Robert Pakpahan Jadi Dirjen Pajak
Novanto Tegaskan Dirinya Masih Ketua DPR
Kereta Kencana dari Solo Ikuti Geladi Kirab Kahiyang-Bobby di Medan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU