Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Meningkatkan Daya Saing Wisata Indonesia
Minggu, 22 Oktober 2017 | 11:43:19
Sumbangan sektor pariwisata terhadap cadangan devisa Indonesia ternyata masih relatif terbatas, bila dibandingkan negara-negara lain. Devisa dari sektor pariwisata tahun lalu mencapai 11,3 miliar dolar AS. Ini masih jauh lebih kecil dibandingkan Thailand yang mencapai 49,9 miliar dolar AS dan Malaysia sebesar 18,1 miliar dolar AS.

Jumlah turis Thailand mencapai 27-30 juta. Itu sebabnya yang mereka hasilkan besar. Tahun lalu Indonesia baru mendatangkan 12 juta. Ditargetkan tahun 2017 ini bisa menembus angka 15 juta. Dengan semakin bertambahnya jumlah turis mancanegara yang masuk ke Indonesia, maka diharapkan jumlah cadangan devisa juga akan meningkat. 

Potensi devisa dari sektor pariwisata sendiri diperkirakan mencapai Rp260 triliun. Artinya sektor tersebut akan menjadi penghasil devisa terbesar bagi Indonesia di masa mendatang. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), sektor pariwisata terus menunjukkan tren kenaikan yang positif. Pada periode 2013, sumbangan sektor pariwisata tercatat mencapai 602 juta dolar AS atau menyumbangkan 1,45 persen dari total investasi nasional.

Pada semester I 2017, sumbangan sektor pariwisata mencapai 929 juta dolar AS atau 3,67 persen dari total investasi nasional. Artinya angka yang dicapai itu bila dibandingkan dengan total investasi nasional kenaikannya mencapai 1,5 kali lipat. Itu sebabnya, harus kerja lebih keras lagi agar bisa sejajar dengan Thailand dan melampaui Malaysia.

Pemerintahan Jokowi menjadikan sektor pariwisata bukan saja strategis, tetapi juga urgen. Pariwisata masuk dalam lima sektor bersama sektor infrastruktur, maritim, energi dan pangan yang menjadi fokus pembangunan lima tahunan. Sektor pariwisata bahkan dijadikan sektor utama (leading sector). Sektor-sektor lain diprioritaskan untuk mendukung percepatan pembangunan destinasi pariwisata.

Bisa dipahami, mengapa pemerintah memutuskan melipatgandakan anggaran sektor pariwisata dalam tiga tahun terakhir. Pada 2014, anggaran sektor pariwisata mencapai Rp 1,5 triliun, naik menjadi Rp 2,5 triliun pada 2015,  melonjak menjadi Rp 4,2 triliun pada 2016. Tahun ini, anggaran sektor pariwisata mencapai Rp 3,8 triliun.

Pariwisata dijadikan sebagai sektor primadona. Sebab pariwisata ternyata sangat efektif dan efisien mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain murah karena tidak membutuhkan modal besar, sektor pariwisata dapat tumbuh lebih berkelanjutan, menyerap banyak tenaga kerja, mengurangi ketimpangan antarwilayah dan kesenjangan pengeluaran antarpenduduk.

Sayangnya, daya saing pariwisata Indonesia masih tertinggal dari negara-negara tetangga. Dalam The Travel & Tourism Competitiveness Index Report 2017 yang dirilis World Economic Forum (WEF), Indonesia hanya menduduki peringkat ke-42. Meski naik delapan tingkat dari tahun 2015, peringkat Indonesia masih jauh di bawah Singapura (ke-13), Malaysia (ke-26), dan Thailand (34). Peringkat itu juga masih jauh dari target pemerintah (ke-30).

Perlu kerja keras dan cerdas untuk mendongkrak peringkat daya saing pariwisata Indonesia.  Sepuluh destinasi wisata yang sudah ditetapkan mesti ditindaklanjuti. Badan otorita yang sudah dibentuk di Borubudur dan Danau Toba diminta segera membuat terobosan untuk mengundang lebih banyak turis berkunjung.(**)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Anggun Raih 2 Penghargaan Sekaligus dalam Bama Music Awards di Hamburg Jerman
Barang-barang John Lennon yang Dicuri Ditemukan tapi Polisi Tak Bisa Tangkap Tersangkanya
Kendall Jenner Model Termahal Setahun Berpenghasilan Rp28,6 Miliar
Animator Sohor Jepang Ditangkap Kasus Pornografi Anak
Foto Bagian Sensitif Madonna Saat Remaja Dilelang
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU