Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Bangga Berbahasa Indonesia dan Daerah
Selasa, 10 Oktober 2017 | 10:31:11
Bahasa Indonesia merupakan jati diri rakyat Indonesia. Seharusnya masyarakat tetap bangga menjadi bangsa Indonesia. Tidak ada yang seperti itu di negara lain, di tengah ratusan bahasa daerah, Indonesia memiliki satu bahasa yang mampu merekat semua suku, agama, budaya, bahasa yang beragam.

Sayangnya, penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik masih lemah. Sebab masyarakat masih cenderung menggunakan bahasa asing. Misalnya penggunaan nama tempat usaha dan kegiatan lebih cenderung memberi nama dalam bahasa asing. Bahkan pemerintah sendiri yang memberi teladan begitu.

Bahasa yang digunakan seseorang memang bisa menggambarkan budaya yang dianutnya. Seperti sekarang ini, kebanyakan orang lebih senang berbicara menggunakan Bahasa Inggris. Dengan begitu, dia mau menunjukkan bahwa budaya yang dianutnya adalah budaya modern.

Padahal, penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik jelas diatur dalam UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Bahasa negara wajib difungsikan pada nama jalan, apartemen, usaha, fasilitas publik. Sayangnya, untuk menertibkan penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik masih sulit. Sebab belum ada penegasan sanksi untuk siapa yang melanggar.

Meski begitu, Bahasa Indonesia tidak mungkin bisa berdiri sendiri, tanpa menggunakan serapan dari bahasa asing. Sebab  bahasa diciptakan untuk saling melengkapi. Itu sebabnya, banyak istilah dan idiom dalam Bahasa Indonesia yang bersumber dari bahasa asing, maupun daerah. Hanya perlu dijaga agar jangan unsur serapan yang justru mendominasi.

Badan Bahasa terus berupaya melakukan gerakan penguatan penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik, agar bahasa nasional tetap tuan rumah di negeri sendiri dan tidak tergeser oleh bahasa asing. Sudah ada rencana penambahan jumlah tata bahasa, yang nantinya disesuaikan dengan perkembangan kehidupan masyarakat Indonesia. Kosakata Bahasa Indonesia diperkaya melalui berbagai sumber.

Untuk melengkapi kriteria sebagai bahasa modern, Bahasa Indonesia saat ini juga sudah memiliki alat uji standar kemahiran Berbahasa Indonesia, yaitu Uji Kemahiran berbahasa Indonesia (UKBI). Alat uji itu telah dibakukan untuk mengukur kemahiran berbahasa seseorang tanpa memerhitungkan kapan dan dimana seseorang belajar bahasa Indonesia. Jadi, sudah sama seperti halnya TOEFL dalam Bahasa Inggris.

Kita turut mengapresiasi Pemprovsu dan DPRD Sumut atas terbitnya Perda No 6 Tahun 2017 tentang Perlindungan Bahasa Indonesia, Bahasa Daerah dan Sastra Daerah yang merupakan yang pertama di Indonesia. Perda ini menggabungkan pengutamaan penggunaan Bahasa Indonesia dan pelestarian bahasa serta sastra daerah. Diharapkan sosialisasi segera dilakukan agar bisa diterapkan secara luas di masyarakat.

Jika bukan kita yang melestarikan Bahasa Indonesia dan daerah, siapa lagi? Caranya, dengan konsisten menggunakannya dalam percakapan sehari-hari. Wariskan kepada anak-anak generasi bangsa melalui keluarga. Banggalah sebagai orang daerah dan Bangsa Indonesia. (**)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Jokowi Tunjuk Din Jadi Utusan Khusus Presiden untuk Dialog Agama
Pelapor Vonis Praperadilan Novanto Diperiksa MA 3 Jam
Komnas HAM: Ahmadiyah Korban Diskriminasi karena UU PNPS
Satpol PP Turunkan Spanduk Pengusiran Dubes AS di Dukuh Atas
MA Vonis Mati Agus Si Pembunuh 5 Nyawa Satu Keluarga
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU