Hotel Tapian Nauli
Home  / 
Ketika Sampah di Medan Jadi Urusan Kecamatan
Senin, 9 Oktober 2017 | 10:50:51
Pekan lalu, Pemko Medan mendadak mengalihkan penanganan sampah. Jika sebelumnya, ditangani Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, kini berpindah ke Kantor Kecamatan. Pemindahan wewenang ini berdasarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) No. 73 tanggal 29 September tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pelimpahan Sebagian Kewenangan Wali Kota kepada Camat dalam Pelaksanaan Urusan Pemerintahan di Bidang Pengelolaan Persampahan.

Wali kota berharap pelayanan di bidang kebersihan dapat langsung dirasakan masyarakat. Pernyataan Dzulmi Eldin tersebut sekaligus mengonfirmasi bahwa persoalan sampah di Medan memang belum terselesaikan.

Memang sudah lama sampah menjadi masalah di kota ketiga terbesar di Indonesia ini.  Makin bertambah penduduk dan meningkatnya aktivitas, berkorelasi dengan volume sampah yang makin menggunung. Jika Pemko Medan memang mampu menguasai persoalan, sebenarnya berapapun jumlah sampah, tidak masalah. Tinggal bagaimana manajemen persampahan dijalankan, apakah efektif dan efisien?

Selama ini Pemko Medan melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan mengaku kewalahan mengangkut sampah dari pemukiman-pemukiman warga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kondisi ini disebut terjadi karena jumlah armada pengangkut sampah yang mereka miliki masih jauh dari jumlah yang dibutuhkan, sebab hanya memiliki 128 armada saat ini.

Seharusnya, minimal 350 armada pengangkut sampah harus tersedia di Kota Medan. Bahkan, dari yang ada pun, kondisinya sangat memprihatinkan. Tampak kurang perawatan, bahkan ada yang bertahun-tahun menunggak pajak. Hanya sebagian kecil yang tampak bagus, dan mungkin karena truknya masih baru.

Lalu, apakah dengan mengalihkan wewenang ke Kecamatan akan menyelesaikan masalah persampahan? Atau justru hanya memindahkan masalah? Sebab jika tidak ada perbaikan sistem kerja dan penambahan sarana prasarana yang dibutuhkan, maka sama saja. Kebijakan itu bukanlah domain kecamatan, melainkan Pemko dan DPRD Medan harus mengambil tindakan.

Persampahan Kota Medan memerlukan tindakan cepat dan darurat. Penambahan armada pengangkut sampah perlu segera. Manajemen dibenahi dari mulai dari pengumpul sampah dari warga, hingga pengangkutan ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA). Apakah jumlah personil sudah memadai, dan bagaimana sistem pengawasan selama ini.

Jika memang kecamatan yang sekarang berwenang, memang rentang kendali sudah makin pendek. Camat hanya perlu menggerakkan kelurahan, dan seterusnya hingga  kepala lingkungan. Hanya saja, bagaimana dengan pengangkutan ke TPA, apakah ada jaminan akan lancar dengan armada yang ada sekarang?

Kita berharap wali kota tetap memantau penanganan sampah di Medan. Memang tugas pemerintah bukan hanya sampah saja. Tetapi jika tak diurus dengan baik, maka akan langsung berdampak terhadap buruknya citra Pemko Medan. Untuk itu, setiap camat mesti didukung secara maksimal, jika ada yang butuh bantuan, harus segera ditopang! (**)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
KPK Minta Mereka yang Terima Suap Segera Mengembalikan
Kejari Labuhanbatu Pelajari Penggunaan Anggaran Penyusunan Dokumen Perencanaan Pemukiman Kumuh Rp1,5 M
GMPG Polisikan 3 Petinggi Golkar Terkait Dugaan Pemalsuan AD/ART
Ketua MPR Zulkifli Hasan Minta Kaum LGBT Jangan Dimusuhi
Libur Akhir Tahun, Menhub Imbau Warga Mudik Sebelum 22 Desember
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU