Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Polemik Masa Lalu yang Menguras Energi
Jumat, 22 September 2017 | 11:30:13
Ruang publik ramai dengan pembahasan seputar Partai Komunis Indonesia (PKI). PKI disebut telah bangkit kembali dan telah menyusup ke berbagai elemen bangsa. Generasi sekarang dianggap kurang memahami sejarah. Untuk itu dipandang penting bagi mereka untuk menonton kembali film yang melegenda di era Orde Baru, yakni 'Penumpasan Penghianatan G30S/PKI'. Bahkan ada organisasi yang langsung mengagendakan nonton bareng (nobar) bagi kadernya.

Ada kelompok yang menuduh kegiatan tertentu seperti diskusi sebagai wahana merevitalisasi kembali ajaran PKI. Ini dialami oleh YLBHI, sampai dikepung beberapa jam. Aparat keamanan harus ekstra untuk mengevakuasi warga yang terkurung di dalam kantor. Ruang publik ramai dengan polemik soal informasi tentang kebangkitan PKI.

Kelompok yang pro kontra saling melempar argumen. Mereka menggunakan segala saluran yang ada, apakah media massa, maupun media sosial. Tanpa disadari energi bangsa ini terkuras membahasnya. Bukan berarti apa yang terjadi di masa lalu, tetapi ada kekhawatiran, karena asyik bertikai, masalah bangsa yang di depan mata menjadi terabaikan.

Jenderal Purnawirawan TNI Luhut Panjaitan menyatakan keprihatinannya soal itu. Bagi dia, pembicaraan soal PKI juga penting. Tetapi jauh lebih mendesak saat ini membahas ancaman robotic bagi generasi muda. Akan banyak jenis pekerjaan akan hilang karena dahsyatnya perkembangan kecerdasan buatan.

Indonesia saat ini diperhadapkan pada berbagai persoalan akibat tekanan resesi ekonomi global. Pemerintah mesti berjuang meningkatkan daya saing agar investasi mau masuk ke dalam negeri. Sementara dari internal, koruptor masih merajalela, terungkap dari berbagai OTT (operasi tangkap tangan) yang dilakukan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).

Energi bangsa sebaiknya dimaksimalkan untuk menghadapi apa yang terjadi di depan. Soal ancaman komunis, sudah ada langkah nyata dari pemerintah dengan Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila. Bukan hanya komunis saja, aktivitas anti-Pancasila semua menjadi perhatian untuk diwaspadai. Jadi mari energi yang ada dimaksimalkan menyelesaikan berbagai masalah, sesuai peran masing-masing.

Apalagi soal polemik PKI, Presiden Jokowi sudah mengusulkan jalan tengah. Dia meminta ada film tentang kekinian dari G30S/PKI. Jadi, jika ada yang dianggap kurang dan berlebihan, akan diluruskan kembali. Tentu saja tidak asalan, akan dilakukan berdasarkan riset dan data terbaru yang terverifikasi.

Pihak yang berpolemik diharapkan menahan diri. Kalaupun ada perbedaan pendapat, kekerasan bukanlah solusi. Warga harus tetap waspada dan berpikir jernih, agar jangan malah ditunggangi pihak-pihak yang Indonesia ini jatuh ke dalam pertikaian tak henti. Gunakan energi untuk masa depan bangsa yang lebih baik. (**)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pesawat Bertenaga Listrik Meluncur pada 2020?
Unik, RS di China Punya Robot Suster
Teknologi E-Voting Laris untuk Pemilihan Kepala Desa
Apple Bakal Tinggalkan Pembaca Sidik Jari Demi Sensor Wajah
OnePlus Ketahuan Koleksi Data Pengguna Tanpa Permisi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU