Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Merdeka Bung!
Rabu, 16 Agustus 2017 | 10:56:42
Besok Indonesia merayakan ulang tahun kemerdekaannya. Dengan kondisi apa adanya, bermodalkan semangat yang membara, Soekarno Hatta berani memproklamirkan kemerdekaan, 72 tahun yang lalu. Padahal saat itu, tentara Jepang masih bercokol di Tanah Air, dan Belanda bersama Sekutu sedang persiapan kembali menjajah.

Patut disadari, kemerdekaan itu adalah anugerah Tuhan bagi Indonesia. Sebab jika dilihat dari kemampuan militer saat itu sangat minim, hanya beberapa pucuk senjata dan selebihnya bambu runcing. Prajurit yang terlatih hanya sedikit, dan mayoritas pejuang tak mengerti taktik bertempur. Namun berani menyatakan merdeka!

Merdeka lebih sering diartikan bebas dari penjajahan bangsa asing. Memang dijajah bangsa asing sungguh tak mengenakkan. Hasil bumi dirampas penjajah sesuka hati. Orang Indonesia diperlakukan seperti budak. Hanya segelintir yang bisa sekolah, terbatas kaum bangsawan saja.

Benarkah merdeka hanya sebatas tak dijajah bangsa asing? Faktanya Indonesia saat ini sudah memiliki pemerintah sendiri yang berdaulat. Banyak hal diputuskan tanpa intervensi asing. Namun, benarkah semua elemen bangsa ini sudah menikmati kemerdekaan? Jangan-jangan masih ada yang mengalami 'penjajahan' meski negara ini sudah merdeka.

Merdeka dalam arti luas berarti tak diperbudak apapun dalam hidupnya. Dia bebas dalam berpikir, memilih dan bertindak untuk dirinya sendiri. Tidak lagi mengalami ketergantungan atau terikat ke suatu hal, benda atau konsep. Nah, mari lihat diri sendiri dan orang di sekitar, apakah sudah benar-benar bebas dari perbudakan?

Ada sebanyak 5,1 juta jiwa pengguna narkoba di Indonesia yang masih mengalami perbudakan. Setiap tahun, sekitar 15 ribu jiwa melayang karena menggunakan narkoba. Mereka ini perlu dimerdekakan dengan segera, tak hanya mengandalkan polisi dan BNN. Tak cukup dengan prihatin, tetapi tindakan nyata dari diri sendiri memerangi sindikat narkoba sebagaimana pejuang dulu melawan penjajah.

Masih ada  27,77 juta orang yang belum merdeka dari kemiskinan. Jumlahnya 10,64 persen dari jumlah total penduduk. Angka tersebut bertambah 6,90 ribu orang dibandingkan dengan kondisi September 2016 yang sebesar 27,76 juta orang (10,70 persen). Mereka ini perlu ditolong agar bisa menikmati kemerdekaan Indonesia.

Warga Indonesia yang belum bisa membaca ada sekitar 5,6 juta orang. Mereka umumnya tidak mendapat kesempatan menikmati indahnya dunia pendidikan.
Banyak di antara mereka sudah usia remaja bahkan dewasa. Kemerdekaan bagi mereka masih utopia, karena tak bisa baca tulis.

Jadi kemerdekaan masih perlu diperjuangkan lagi. Masih banyak jenis perbudakan lain di Indonesia. Masih banyak yang belum "merdeka", Bung! Bukan sekadar lomba panjat pinang, makan kerupuk dan masukkan paku ke botol untuk merayakan HUT RI. Bagi yang sudah menikmati kemerdekaan, ayo bagikan nikmatnya ke orang-orang yang masih mengalami 'perbudakan' dalam berbagai ragam. Dirgahayu Indonesia! (**)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Forkada Harapkan Dukungan Kemenko Maritim Bangun Nias
Ka KPH XII : PHPL Berdampak Positif Terhadap Peredaran Kayu
Panitia Konferensi PWI Bona Pasogit Audiensi ke Bupati Taput
Mahasiswa Himmah Pertanyakan Pembahasan P-APBD Tahun 2017 dan KUA-PPAS Tahun 2018
Kerusakan Tembok Penahan Badan Jalinsum di Tarutung Belum Juga Diperbaiki, Ancam Keselamatan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU