Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Buah Manis Perjuangan Bersama
Minggu, 13 Agustus 2017 | 12:07:44
Sudah lama warga Sumatera Utara (Sumut), khususnya Tapanuli mengusulkan agar Bandara Silangit diberi nama Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII. Raja  dari Tanah Batak yang gugur dalam pertempuran tak kenal menyerah melawan Belanda tersebut, dinilai lebih dari pantas untuk diabadikan sebagai nama bandar udara yang menjadi salah satu urat nadi transportasi di kawasan Danau Toba. Berbagai dukungan mengalir, termasuk dari perantau asal Bona Pasogit.
Memang ada muncul nama-nama lain sebagai usulan. Diskursus publik berjalan secara dinamis. Berbeda pendapat wajar, dalam suasana saling menghargai.
Harus diakui, suara paling besar dan deras adalah Bandara Raja Sisingamangaraja XII Silangit, dibanding yang lain.

Selama ini ada kesan, usulan tersebut hanya datang dari sekelompok masyarakat saja. Harian SIB, sebagai media massa paling berpengaruh di Sumut telah menepisnya melalui pemberitaan yang gencar. Dari narasumber yang mendukung, ternyata dari berbagai kalangan, tanpa memandang suku, agama dan daerah.

Sumut membuktikan dirinya telah dewasa dalam keragaman. Meski berbeda, bukan penghalang menjadi saudara dan bekerja sama. Suasana damai ini sudah diwarisi sejak zaman leluhur. Meski ada upaya provokasi memecah belah, sejauh ini masih gagal, karena kuatnya rasa persaudaraan dan diikat adat istiadat.

 Ternyata persatuan sangatlah mujarab dalam memerjuangkan aspirasi masyarakat. Dalam waktu tidak terlalu lama, apa yang diidam-idamkan warga Tapanuli berbuah manis dengan mendapat tanggapan yang jelas dan lugas dari Presiden Jokowi. Bandara Silangit direstui menjadi Bandara Raja Sisingamangaraja XII.
Jamiyah Batak Islamiyah Indonesia (JBMI) sebagai salah satu elemen rakyat Sumatera Utara yang mendapat kehormatan pertama mendengar kabar baik itu dari Presiden Jokowi. Bukan artinya yang lain tak berjuang. Uniknya, bersama JBMI, juga ada Dr RE Nainggolan, tokoh masyarakat Sumut yang kebetulan beragama Kristen. Jadi ada kebersamaan dan persaudaraan orang Batak dalam pertemuan di Istana Negara tersebut. Itu menunjukkan tekad untuk berjuang bersama.

Apakah dengan disetujuinya Bandara Raja Sisingamangaraja XII Silangit, perjuangan sudah selesai untuk Tapanuli? Tentu tidak! Masih banyak hal yang memerlukan uluran tangan pemerintah dan dukungan semua masyarakat. Kisah sukses ini harus menjadi pemicu kerjasama lainnya demi kemajuan Tanah Batak.

Berhentilah berpikir sempit dan berjuang untuk diri sendiri. Saatnya demi kepentingan yang lebih besar, merapatkan barisan untuk berjuang  bersama. Pariwisata Danau Toba misalnya, masih memerlukan perjalanan panjang. Adanya Badan Otorita bukan berarti masalah selesai, dan masih butuh kerja keras.

Kita mengapresiasi semua pihak yang telah berjuang mewujudkan Bandara Raja Sisingamangaraja XII Silangit. Sekecil apapun perannya, kontribusinya sangat besar. Tugas besar lainnya masih menanti buat Bona Pasogit tercinta. Ayo, bersama-sama berjuang untuk kesejahteraan rakyat Tapanuli.(**)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Longsor di Jember, 3 Orang Dilaporkan Tertimbun
Tiang LRT Timpa Rumah, Polisi Periksa Operator
Ada 2 Kader NU yang Bertarung, JK Nilai Pilgub Jatim akan Menarik
KPK Periksa Direksi dan Karyawan PT CGA Terkait Kasus Bupati Rita
Tak Bawa Senter Saat Cari Ikan, Guru Honorer di Aceh Diterkam Buaya
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU