Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Menyambut Era Industri 4.0
Jumat, 19 Mei 2017 | 10:39:44
Perkembangan teknologi merupakan keniscayaan. Kini kecerdasan buatan atau digital sudah nyata dan bukan mimpi lagi. Tak satupun yang bisa mengelak, mau tak mau, siap tak siap, harus menerimanya. Apalagi sektor industri, mesti bergegas membenahi diri agar Indonesia tidak tertinggal dan kehilangan peluang.

Industry 4.0 pertama kali diperkenalkan di Jerman tahun 2011. Kanselir Jerman, Angela Merkel, pada pertemuan tahunan WEF 2015, menjelaskan Industri 4.0 mengintegrasikan dunia online dengan produksi industri. Semua proses produksi berjalan dengan internet sebagai penopang utama. Semua obyek dilengkapi perangkat teknologi yang dibantu sensor yang mampu berkomunikasi sendiri dengan sistem teknologi informasi.

Sektor manufaktur Indonesia disebutkan sudah bersiap menuju perubahan besar dalam menghadapi revolusi industri keempat atau Industry 4.0. Konsekuensinya, pendekatan dan kemampuan baru diperlukan untuk membangun sistem produksi yang inovatif dan berkelanjutan. Itu sebabnya, regulator sudah menyiapkan empat strategi terkait Industry 4.0.

Saat mengadopsi Industry 4.0, pertumbuhan industri yang menyeluruh dan berkelanjutan cenderung terjadi. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebutkan telah memersiapkan empat langkah strategis. Pertama, mendorong agar angkatan kerja di Indonesia terus belajar dan meningkatkan keterampilannya untuk memahami penggunaan teknologi internet of things atau mengintegrasikan kemampuan internet dengan lini produksi di industri.

Kedua, memanfaatkan teknologi digital untuk memacu produktivitas dan daya saing bagi industri kecil dan menengah (IKM). Jadi akan memiliki kemampuan menembus pasar ekspor melalui program e-smart IKM. Program ini merupakan upaya memerluas pasar dalam rantai nilai dunia dan menghadapi era Industry 4.0.

Ketiga, industri nasional harus dapat menggunakan teknologi digital seperti Big Data, Autonomous Robots, Cybersecurity, Cloud, dan Augmented Reality. Sistem ini memberikan keuntungan bagi industri. Antara lain, menaikkan efisiensi dan mengurangi biaya sekitar 12-15 persen.

Ke empat, inovasi teknologi melalui pengembangan startup dengan memasilitasi tempat inkubasi bisnis. Wirausaha berbasis teknologi perlu diperbanyak.
Beberapa technopark sudah dibangun di beberapa wilayah di Indonesia, seperti di Bandung (Bandung Techno Park), Denpasar (TohpaTI Center), Semarang (Incubator Business Center Semarang), Makassar (Makassar Techno Park - Rumah Software Indonesia, dan Batam (Pusat Desain Ponsel).

Beberapa sektor industri nasional yang telah memasuki era Industry 4.0. Misalnya industri semen, petrokimia, otomotif, serta makanan dan minuman. Bahkan, industri otomotif, dalam proses produksinya, sudah menggunakan sistem robotik dan infrastruktur internet of things.

Spesialisasi merupakan kunci dalam menyambut era Idustry 4.0. Transformasi digital mampu menjamin kualitas produk, meningkatkan efisiensi dan pengurangan biaya operasional. Jadi ini peluang sekaligus tantangan. Indonesia harus memersiapkan diri menyambutnya. (**)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Amal Budhi Luhur Bagi 1.800 Paket Sembako kepada Masyarakat Kurang Mampu
Pedagang Takjil Ramaikan Jalanan di Medan Sekitarnya
Mayat MrX Ditemukan di Sungai Deli
Empat Sepeda Motor Diamankan Saat Penertiban Asmara Subuh di Medan
Harga Daging Sapi di Medan Rp 120.000 Per Kg
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU