Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Jaga Kekondusifan Pilkada Jakarta
Rabu, 19 April 2017 | 11:43:19
Hari ini, Rabu 19 April 2017, DKI Jakarta menggelar pemilihan gubernur dan wakil gubernur putaran ke-2 untuk periode 2017-2022 antara calon petahana (Ahok-Djarot) dan pendatang baru (Anies-Sandiaga).

Sejak putaran pertama, eskalasi ketegangan sudah sangat terasa. Berbagai isu berseliweran di ruang publik dan paling panas di media sosial. Apalagi isu SARA digunakan pihak-pihak yang tak bertanggung -jawab sehingga situasi makin memanas. Walau hingga kini keamanan masih terkendali dan tak ada insiden yang berarti.

Meski hanya Jakarta yang Pilkada, tapi 'demam'-nya terasa ke seluruh Indonesia. Pilgub ini disebut-sebut rasa Pilpres. Sebab siapa unggul di Jakarta, maka diyakini berpeluang menjadi pemenang saat pemilihan presiden nantinya, sehingga semua kekuatan politik bertarung habis-habisan di ibukota.

Berbagai isu di Pilkada Jakarta menjadi konsumsi juga di daerah. Pembicaraan di media sosial, justru lebih heboh dan panas di luar ibukota. Bahkan banyak bukan warga Jakarta, ikut campur dalam dinamika ini. Ada yang berpartisipasi demo, atau paling tidak, berpendapat tentang sosok gubernur idamannya.

Melihat posisi Jakarta yang memiliki pengaruh kuat ke daerah, maka harus diwaspadai agar yang menonjol justru dampak negatifnya. Aparat keamanan mesti kerja keras mencegah terjadinya kerusuhan. Pihak lain yang tak terkait dengan Pilkada Jakarta sebaiknya dilarang datang ke TPS, meski alasannya hanya untuk menonton atau tamasya.

Meski Pilkada sering disebut pesta demokrasi, itu bukanlah atraksi hiburan yang mesti ditonton dari dekat. Orang daerah bisa saja terlibat dalam euforia Jakarta, hanya bisa memantau dari media massa dan media sosial. Apalagi karena nilai beritanya tinggi, berbagai saluran media takkan melewatkannya begitu saja, akan ada siaran langsung tentang situasi di lapangan.

Walau tak ada aturan yang melarangnya, pengerahan massa saat Pilkada sangat berbahaya. Bisa saja ada provokator yang memanfaatkannya untuk mengacau. Jika terjadi keributan, bukan hanya Jakarta yang bakal rusuh. Dampaknya bisa menular ke daerah, dan indikasinya bisa terlihat dari intensnya isu tersebut di media sosial.

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menyatakan setiap gangguan terhadap Pilkada putaran dua Jakarta akan dinetralkan aparat keamanan. Panglima TNI, Kapolri dan Kepala BIN sudah melakukan koordinasi. Aparat keamanan akan membangun suasana kondusif, bagaimana para pemilih dapat memilih dengan tenang tanpa intimidasi, tekanan atau hal-hal yang mempengaruhi cara mereka memilih.

Kita mengapresiasi sikap tegas aparat untuk menjaga kekondusivan keamanan dan ketertiban saat Pilkada Jakarta. Tindakan yang tegas diperlukan untuk mencegah terjadinya hal yang tak diinginkan. Mari berdoa agar proses Pilkada ini menghasilkan pemimpin Jakarta. Selamat berdemokrasi.(**)




Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pesawat Bertenaga Listrik Meluncur pada 2020?
Unik, RS di China Punya Robot Suster
Teknologi E-Voting Laris untuk Pemilihan Kepala Desa
Apple Bakal Tinggalkan Pembaca Sidik Jari Demi Sensor Wajah
OnePlus Ketahuan Koleksi Data Pengguna Tanpa Permisi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU