Home  / 
Fotografer Perempuan yang Mengubah Ranah Mode
Minggu, 21 Oktober 2018 | 12:54:04
Umumnya, sosok perempuan dalam industri mode tampil di depan kamera daripada di belakang kamera. Namun, tiga fotografer perempuan ini mendobrak aturan dan mencetak sejarah.

Tak bisa dimungkiri bahwa dunia fotografi didominasi laki-laki, tak banyak yang mengetahui, ada sejumlah perempuan bertalenta di masa lalu yang telah menghasilkan ragam karya yang tak bisa dipandang sebelah mata, terutama di ranah fashion dunia.

Budaya visual yang membutuhkan upaya, kreativitas, dan insting dalam merangkum hasil bidikan lensa agar memberikan cerita serta imajinasi. bukan pekerjaan yang mudah.

Anda dituntut peka pada detail dan teliti menangkap momen supaya foto yang dihasilkan bisa menjadi sarana komunikasi tanpa bahasa atau ucapan.

Berikut tiga fotografer perempuan di dunia yang berhasil membuktikan bahwa dunia fotografi mode bukan monopoli kaum Adam:

Regina Relang
Lahir pada tahun 1906, Regina Relang yang kali pertama bekerja untuk Vogue pada tahun 1938 merupakan fotografer mode paling terkenal di Jerman periode tahun 50-an sampai dengan 60-an.

Relang adalah salah satu fotografer mode yang merepresentasikan Adibusana dengan lokasi pemotretan nan glamor.

Fotografer otodidak ini memulai kariernya dengan menjual rangkaian foto pemandangan dari perjalanannya ke berbagai tempat di dunia.

Dia diperkenalkan dengan dunia mode oleh seorang teman seprofesi bernama Willy Maywalf. Akhirnya, Relang pun memutuskan untuk bermukim di Paris demi mendalami dan mengembangkan teknik pengambilan foto pergelaran busana.

Dia dianggap berhasil mendokumentasikan perubahan gaya rancang dari sejumlah koleksi rumah mode dunia, seperti Christian Dior, Pierre Cardin, dan Yves Saint-Laurent.

Keunikan hasil foto Relang adalah penyajian gambar yang modern mengenai perempuan dan busana mewahnya.

Dia sukses menggeser tren klasik menjadi lebih modern pada pertengahan abad 20.

Corinne Day
Supermodel era 90 sampai dengan awal 2000, Kate Moss, diperkenalkan pada dunia lewat seri foto karya Corinne Day.

Hasil foto Day memperlihatkan kontradiksi dari gaya jepretan fotografer mode pendahulunya yang serba anggun, seksi, dan mewah.

Dia justru mengangkat dunia mode lewat simplicity, misalnya, memotret remaja perempuan bertubuh kurus yang berbalut kaus dan celana pendek dengan berbagai ekspresi.

Selain itu, dia gemar mengabadikan objek foto yang dia temukan di jalanan, terutama yang memperlihatkan pertentangan terhadap tren mode dan gaya kebanyakan.

Banyak pihak yang kontra dengan Day karena dinilai mengeksploitasi remaja naif di panggung mode yang ramai orang-orang berusia dewasa.

Hal tersebut dikarenakan Day berhasil mempopulerkan Moss yang kala itu masih berusia 15 tahun.

Namun, seorang editor majalah Vogue, Alexandra Shulman, membela Day dengan mengatakan, hasil foto-fotonya merupakan perayaan atas kerapuhan dan kebahagiaan dunia remaja yang sarat potensi.

Pada tahun 2011 silam, Gimpel Fils Gallery di London menyelenggarakan pameran foto Day bertajuk Corinne Day, The Face.

Pergelaran tersebut merupakan pameran solo pertama Day semenjak kematiannya yang mendadak pada tahun 2010.

Deborah Turbeville
Berasal dari Amerika Serikat, Turbeville mendalami ranah mode lebih dulu lewat perannya sebagai editor di majalah Harper's Bazaar. Dia baru benar-benar alih profesi sebagai fotografer mode pada tahun 70-an.

Nuansa gelap, tegas, dan elemen edgy menjadi ciri khas hasil jepretan Turbeville.

Dia dan dua rekan fotografer lainnya, Helmut Newton dan Guy Bourdin, mengadopsi presentasi mode yang berbeda dan sempat menjadi inspirasi para fotografer muda di zamannya.

Pendekatan kreatif yang dianut oleh Turbeville adalah menggabungkan mimpi dan estetis misterius. Kedua unsur tersebut mendemonstrasikan keanggunan perempuan. Kala itu, gaya yang demikian menjadi favorit sejumlah jenama besar, seperti Nike, Ralph Lauren, dan Bloomingdale. (Beritagar.id/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Ilmuwan Ingin Menggunakan Laser untuk Memandu Alien ke Bumi
Studi Ungkap Wanita Nigeria Kembangkan Bisnis dengan WhatsApp
Audio High Resolution Picu Peningkatan Speaker Wireless
Mirip Manusia, Robot Berteknologi AI Gantikan News Anchor
BPPT Kurangi Dosis Teknologi Asing untuk Perkapalan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU