Home  / 
Amanda, Wanita 27 Tahun yang Terima Nominasi Nobel Perdamaian
Minggu, 29 Juli 2018 | 13:02:36
Amanda Nguyen
Amanda Nguyen punya andil besar dalam undang-undang yang melindungi korban pelecehan seks. Atas jasanya, ia dinominasikan sebagai penerima nobel perdamaian 2019.

Berkat Amanda Nguyen, sejumlah peraturan dan prosedur terkait penyelesaian kasus kejahatan pelecehan seksual telah diperbarui. Di tahun 2016, ia berhasil mendorong pemerintah Amerika Serikat untuk memiliki undang-undang baru yang bermaksud melindungi para korban. 

Atas jasanya dalam mendorong Sexual Assault Survivor's Bill of Rights, Amanda Nguyen dinominasikan untuk menerima nobel perdamaian 2019. 

Amanda sendiri pernah menjadi korban pemerkosaan. Setelah melaporkan kejadian tersebut, ia menemukan jika hukum mengatur bahwa bukti-bukti pemerkosaan bisa dihancurkan enam bulan ke depan. Padahal waktu yang diberikan untuk kejadian itu bisa diproses hukum adalah 15 tahun. 

Setelah aturan baru dilegalisasi, para korban pelecehan seksual akan diberi peringatan 60 hari sebelum bukti-bukti tersebut dihancurkan dan mereka bisa mengakses informasi medis terkait itu. Para korban juga akan diberi tahu apa saja hak mereka sebagai korban sesuai dengan tempat kejadian.

Tak hanya adanya aturan baru yang melindungi dan mendukung para korban pelecehan seksual, pendanaan terkait juga berhasil ditingkatkan.  

Menurut data hampir 70% orang yang diserang secara seksual tidak melaporkan kejadian atau berusaha menuntut. Undang-undang ini pun diharapkan bisa mendorong mereka untuk melakukan pelaporan dan penuntutan. 

Ketika Amanda berhasil mendorong undang-undang mengenai korban pelecehan seksual usianya masih tergolong muda yakni 24 tahun. Kini di usia 27 tahun ia pun memiliki prestasi baru yakni menjadi nominator Nobel perdamaian untuk 2019. 

Sayangnya, sebuah peristiwa kurang menyenangkan terjadi pada Amanda setelah ia dinominasikan. Saat akan membeli sebuah dress di gerai Neiman Marcus untuk foto profil nominasinya, ia mengaku ditolak karena alasan toko tidak bisa menerima kartu kreditnya. Namun diduga hal tersebut terjadi karena Amanda keturunan Asia.

Wanita keturunan Vietnam itu pun akhirnya harus membeli dress merah dengan aksen selendang tersebut secara online.

Selain berperan dalam undang-undang yang melindungi korban pelecehan, Amanda juga merupakan founder dari Rise, sebuah badan yang fokus membantu korban pelecehan seksual mendapat hak-hak mereka. (Wolipop/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pengerjaan Paving Blok di Desa Birubiru Disorot Anggota DPRD Deliserdang
IDI Medan : Waspadai Penyakit Akibat Banjir
Mayat Terapung di Perairan Batubara Diduga Terkait Kasus Pembunuhan di Tanjungmorawa
Jalan Menuju Objek Wisata Pantai Bogakbesar Mirip Kubangan Gajah
Jalan Rusak di Marelan Dikeluhkan Warga
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU